by

Krisis Kemanusiaan Terburuk di Dunia menghantui Afganistan

Kabul – Para pejabat Taliban mengimbau masyarakat internasional untuk membantu Afghanistan karena negara itu saat ini berada dalam kesulitan, menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan. Hal ini menciptakan kekhawatiran akan eksodus pengungsi lainnya.

Sesuai peringatan berulang oleh PBB, Afghanistan berada di ambang krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Krisis telah meningkat sejak Taliban menguasai Afghanistan pada bulan Agustus dan, sebagai tanggapan langsung, negara donor utamanya yakni Amerika menghentikan dukungan mereka dengan membekukan dana. Afghanistan juga menghadapi tantangan kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global.

“Dampak dari pembekuan dana adalah pada rakyat jelata dan bukan otoritas Taliban,” kata Wakil Menteri Luar Negeri, Sher Mohammad Abbas Stanikzai pada pertemuan khusus yang dimaksudkan untuk menandai hari migran internasional PBB.

Dalam konferensi tersebut, yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan UNHCR, organisasi pengungsi PBB, ia meminta negara-negara seperti Amerika Serikat untuk membantu Afghanistan pulih setelah beberapa dekade perang.

“Jika situasi politik dan ekonomi tidak berubah, akan ada lebih banyak migrasi,” tambah Stanikzai.

Negara donor internasional baru-baru ini setuju untuk memberikan bantuan senilai USD 280 juta ke Afghanistan.

“Afghanistan Reconstruction Trust Fund (ARTF) memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan pada saat kritis ini,” kata Bank Dunia dalam sebuah pernyataan, yang dirilis pada awal Desember lalu.

Rezim Taliban juga berharap bisa menjembatani kesenjangan dengan negara-negara lainnya dengan mengajukan banding baru pada hari Jumat (17/12) untuk kursi Afghanistan di PBB setelah duta besar pemerintahan yang didukung AS meninggalkan jabatannya.(Nto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *