Begini Tips Menghilangkannya Virus Yang Bertahan Dibaju 5 (1)

Jakarta: Penyebaran virus Covid-19 memang sangat meresahkan masyarakat di dunia.

Bukan hanya bisa menyebar melalui benda-benda sekitar yang biasa dipegang, ternyata virus juga bisa menempel di pakaian yang sering kita gunakan dalam keseharian, bahkan bisa selama tiga hari.

Maka dari itu, banyak ahli yang menyarankan agar pakaian yang telah digunakan diluar rumah untuk segera dicuci atau dipisahkan dalam wadah terpisah. Selain itu, pakaian dianjurkan juga untuk direndam air hangat dan diterjen sebelum di cuci.

Hal tersebut dikarenakan dunia luar tergolong infeksius atau berpotensi menyebarkan virus.

Peneliti dari De Montfort University di Leicester, Inggris menemukan, virus paling lama bertahan di kain yang terbuat dari polyester, yakni sekitar 72 jam. Sedangkan untuk kain yang terbuat dari bahan katun, virus bertahan selama satu hari alias 24 jam.

Lalu, untuk kain dari bahan hyget (campuran katun dan polyester), virus bisa bertahan selama enam jam.

Sementara menurut ahli mikrobiologi dan penulis penelitian Dr. Katie Laird, temuan ini bisa menjadi tanda bahaya bagi tenaga kesehatan karena mereka sering bertemu pasien.

“Jika pakaian tenaga kesehatan tidak sering dicuci, pakaian dapat menularkan virus dari satu pasien ke pasien lain,” kata Dr. Laird seperti dikutip New York Post, Sabtu (27/2/2021).

“Temuan kami menunjukkan, tiga kain yang paling sering digunakan untuk pakaian tenaga kesehatan memiliki risiko penularan virus,” tambah dia.

Dalam hal sanitasi, peneliti juga menemukan, deterjen dan air hangat baru bisa mematikan virus secara efektif pada kain katun pada suhu 67 derajat Celsius. Berikut cara mencuci pakaian di masa pandemi Covid-19:

Jika menangani cucian kotor orang sakit, kenakan sarung tangan sekali pakai dan buang setelah digunakan. Sarung tangan yang dapat digunakan kembali boleh-boleh saja digunakan, tetapi sarung tangan itu harus didedikasikan untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan COVID-19.

Mereka tidak boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya. Cuci tangan segera setelah sarung tangan dilepas. Jika tidak ada sarung tangan yang digunakan saat menangani cucian kotor, selalu cuci tangan sesudahnya.

Jika memungkinkan, jangan melempar cucian kotor. Ini akan meminimalkan kemungkinan penyebaran virus melalui udara.

Cuci pakaian mengikuti instruksi pada label pakaian. Jika memungkinkan, gunakan pengaturan air yang paling hangat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya. Ingat, cucian kotor dari orang yang sakit dapat dicuci dengan pakaian orang lain.

Jika Harus Mencuci dengan Tangan, Ini Tipsnya

Jika anda memiliki pakaian tertentu yang harus dicuci dengan tangan, pastikan gunakan air hangat yang diizinkan oleh label perawatan (setidaknya 27 derajat Celcius) dengan jumlah deterjen berkualitas tinggi yang tepat.

Biarkan pakaian direndam selama 20 hingga 30 menit sebelum dibilas hingga bersih. Ikuti juga instruksi label perawatan untuk pengeringan, tetapi jika dibolehkan, keringkan sepenuhnya dalam mesin pengering.

Jika pakaian tidak boleh dikeringkan dengan mesin, gantung atau jemur mendatar agar pakaian diangin-anginkan dan bisa benar-benar kering. Pastikan tetap mencuci tangan sesuai pedoman CDC, setidaknya 20 detik dengan sabun dan air setelah menangani cucian kotor. (MDS)

Tahap Kedua, Target Vaksinasi 38 Juta Orang 0 (0)

Surabaya: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk petugas pelayanan publik dan masyarakat lanjut usia (lansia) tuntas pada bulan Juni 2021.

Dalam kunjungannya di Surabaya, serta didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menkes Budi mengatakan, ditargetkan sebanyak 38 juta orang menerima vaksin.

“Ada 38 juta yang ditargetkan menerima vaksin Covid-19 atau sebanyak 76 juta suntikan. Kami menargetkan akan tuntas pada akhir Juni 2021,” kata Budi, Sabtu (27/2/2021).

Budi mengungkapkan, dari 38 juta yang harus divaksin pada tahap kedua, sebanyak 21 juta penerima adalah lansia, dan 16 juta lainnya adalah pemberi pelayanan publik.

“Targetnya akhir Juni, tapi masalahnya bukan targetnya kapan, tapi vaksinya yang terbatas, untuk itu harus dilakukan secara bertahap. Dalam pekan ini, baru 150 ribuan yang sudah divaksin,” imbuhnya.

Vaksinasi kepada lansia, lanjut Budi, diprioritaskan karena mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi. Sebab jika terkena Covid, fatality rate-nya besar.

Pada kesempatan itu, Budi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Samator Grup yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk para lansia yang ada di Surabaya.

“Kita terima kasih kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Pak Arif dari Samator, sudah menyumbangkan modal sosial mereka, mengumpulkan senior-senior mereka di Surabaya untuk bisa divaksiniasi,” tambahnya.

“Semoga bisa dicontoh teman-teman di daerah lain yang memiliki resources dan memiliki akses mengajak teman-teman lansia ini untuk segera divaksin,” ujar Budi Gunadi.

Salah satu lansia peserta vaksin, Liem Giok Tien (70) mengaku dirinya merasa lebih aman setelah mendapat vaksin.

“Saya lihat TV Pak Jokowi sampai berani vaksin. Dia contohkan ke rakyatnya. Kok kita gak berani. Jadi saya berani karena Pak Jokowi beri contoh,” katanya.

“Setelah divaksin saya merasa lebih nyaman dan aman karena dari awal saya memang niatkan berani vaksin,” ujar Liem. (Buy)

Pasien Diabetes Wajib Jaga Kadar-Gula Sebelum DiVaksin 5 (1)

Jakarta: Ketua Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, mengatakan bahwa penderita diabetes perlu menjaga kadar gula darah dengan baik sebelum akhirnya melakukan vaksinasi COVID-19.

“Orang diabetes sebenarnya mendapat prioritas untuk vaksinasi. Mungkin lebih baik hasilnya jika gula darahnya lebih baik. Jadi, sebaiknya dianjurkan pasiennya untuk menjaga kadar gula darah yang baik,” kata Prof. Suastika seperti dikutip Antara, Sabtu (27/2/2021).

Ketika disinggung apakah ada penyandang diabetes tipe tertentu yang tidak dibolehkan mengikuti vaksinasi, pria yang juga akrab disapa Prof. Suas itu mengatakan, tidak ada larangan tertentu.

“Secara umum tidak ada larangan vaksinasi, kecuali yang sedang dengan komplikasi akut. Masuk rumah sakit, misalnya, akibat infeksi, stroke, jantung, kegawatan diabetes, dan lain sebagainya,” kata Rektor Universitas Udayana Bali periode 2013-2017 itu.

Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga merekomendasikan penyandang diabetes yang dapat menerima vaksin COVID-19 adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan HbA1c < 7,5 persen. Saat ditanya mengenai apakah penderita diabetes yang tengah menjalani terapi insulin akan terpengaruh ketika menjalani vaksinasi dan/atau pengobatan COVID-19, Prof. Suastika mengatakan insulin tetap dibutuhkan, terutama bagi penyandang diabetes yang kritis. "COVID ini kalau dibagi ada ringan, sedang, berat, dan kritis. Kalau yang kritis dan masuk rumah sakit memang tetap harus diinsulin, karena ini bisa mengendalikan gula darah secara cepat," jelasnya. Adapun bagi mereka yang berada di fase prediabetes, utamanya pada tahap awal, maka cukup mengubah gaya hidup. "Kami diundang Kementerian Kesehatan RI untuk ikut merancang program untuk intervensi prediabetes melalui lifestyle. Dengan memperbaiki pola hidup seperti diet dan olah raga, maka sebenarnya bisa mencegah prediabetes ke diabetes. Namun, perlu diingat bahwa prediabetes ini sudah bisa menyebabkan komplikasi," paparnya. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI pada 2019, Indonesia menempati urutan ke 7 penderita diabetes terbanyak di dunia, dengan total 10,7 juta kasus. Urutan pertama ditempati China (116,4 juta), disusul India (77 juta), Amerika Serikat (31 juta), Pakistan (19,4 juta), Brasil (16,8 juta) dan Meksiko (12,8 juta). Sebesar 50 persen penyandangnya di Indonesia tidak menyadari jika ternyata dirinya terkena penyakit diabetes. Akibatnya mereka baru melakukan konsultasi dengan dokter saat sudah terjadi komplikasi. Lebih lanjut, Prof. Suastika mengajak masyarakat Indonesia untuk mengendalikan gula darah lebih baik dan tidak perlu takut untuk rajin berobat demi mencegah komplikasi tersebut. "Semoga (masyarakat/penderita diabetes) bisa mengendalikan gula darah lebih baik, apalagi di musim pandemi COVID-19. BPJS sudah meng-cover, dan obatnya relatif cukup, apalagi ditambah dengan insulin co-formulation ini bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Dan jangan takut untuk berobat secara teratur untuk cegah komplikasi," pungkasnya.

Deteksi Dini, Dokter Sarankan Masyarakat Punya Alat Ukur Tekanan Darah di Rumah 0 (0)

Jakarta–Memeriksa tekanan darah secara rutin dengan alat pengukur tensi di rumah saat pandemi tetap disarankan untuk memantau kondisi, sekaligus menghindari risiko stroke dan serangan jantung. Sekretaris Jendral Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty yang juga spesialis syaraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, menganjurkan masyarakat untuk memilih alat yang dipakai di bagian lengan, bukan jari atau pergelangan tangan.

“Carilah alat yang mudah dioperasikan, yakni digital,” kata Eka dalam webinar, Jumat (26/2).

Pilihlah produk dari jenama yang sudah mendapatkan validasi internasional, di mana sudah banyak brand seperti itu yang hadir di Indonesia, imbuh dia. Masyarakat idealnya memilih alat yang dijual agen resmi di Indonesia.

“Idealnya bisa dikalibrasi, cari yang agennya di Indonesia agar bisa dikalibrasi,” jelas Eka.

Eka mengatakan, deteksi dini pada kelompok usia dewasa yang berumur 18 tahun ke atas penting untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi. Di lapangan kadang kala terdapat kendala dalam menegakkan diagnosis pasti hipertensi karena dari dari hasil pengukuran ada kategori lain yaitu white coat hypertension (hipertensi jas putih) dan masked hypertension (hipertensi terselubung).

Hipertensi jas putih sering ditemukan pada pasien hipertensi derajat 1 (tekanan darah siatolik 140-159 dan atau tekanan sistolik 90-99 mmHg) pada pemeriksaan di klinik namun pada pengukuran di rumah tekanan darah normal.

“Pada individu ini tidak perlu diberikan pengobatan namun perlu pemantauan jangka panjang karena berisiko terjadi hipertensi di kemudian hari. Prevalensi diperkirakan 2,2 – 50 persen dan sangat di pengaruhi oleh cara pengukuran di klinik,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sebaliknya hipertensi terselubung menunjukkan tekanan darah normal saat diperiksa di klinik, namun pengukuran di luar klinik hasilnya menunjukkan tekanan darah yang meningkat. Dari berbagai studi prevalensi adalah 9-48 persen. Hipertensi terselubung ini mempunyai risiko tinggi kerusakan organ.

“Untuk mengetahui hipertensi jas putih dan hipertensi terselubung dibutuhkan pemeriksaan tekanan darah di rumah yang selanjutnya disingkat dengan PTDR,” kata dia.

PTDR bermanfaat di tengah pandemi karena pasien lebih memilih berada di rumah dan enggan ke rumah sakit. Dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah sendiri, pasien dapat memanfaatkan layanan kesehatan daring dalam berkonsultasi kepada dokter yang merawat mereka.

“PTDR ini disarankan pada pasien hipertensi terutama bagi pasien hipertensi dengan gangguan ginjal, diabetes, dan wanita hamil dan juga pasien dengan kepatuhan pengobatan yang buruk,” jelasnya.

Eka menjelaskan panduan PTDR, yakni lakukan dua kali pada pagi hari dan malam hari. Lakukan rerata hasil dengan mengeksklusikan pengukuran hari pertama.

Pada pagi hari, pengukuran dilakukan satu jam setelah berjalan, buang air kecil, sebelum sarapan dan minum obat. Ketika pengukuran dilakukan pada malam hari, lakukan jelang tidur atau dua jam setelah makan. Istirahatlah 1-5 menit, lalu duduk dengan posisi bersandar. Duduklah di dekat meja dengan lengan dan manset setinggi detak jantung.

Ketika mengukur, jangan mengobrol atau merasa gelisah. Jangan pula menyilangkan kaki atau berolahraga 30 menit sebelum pengukuran. Individu juga tidak boleh minum kopi atau merokok satu jam sebelumnya, minum obat sebelum pengukuran juga dilarang. (NE/ant)

Brazil Ditutup Untuk Mencegah Penularan Covid-19 0 (0)

Jakarta – Gubernur ibu kota Brazil, Brasilia, memutuskan penutupan 24 jam untuk semua kecuali layanan penting pada Jumat untuk mengekang wabah COVID-19 yang memburuk yang telah memenuhi bangsal perawatan intensif hingga penuh.

Langkah drastis itu datang ketika Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro, yang telah berulang kali meremehkan parahnya pandemi yang telah menewaskan 250.000 warga Brazil, memperbarui serangannya terhadap para gubernur negara bagian karena menghancurkan pekerjaan dengan penguncian.

“Penguncian akan dimulai hari ini dan total, itu akan menjadi 24 jam sehari,” kata seorang asisten pers untuk Gubernur distrik federal Ibaneis Rocha. Sebuah dekrit yang diterbitkan pada pengujung hari mengatakan bahwa penguncian akan dimulai tepat setelah Sabtu tengah malam.

Toko-toko, apotek, pompa bensin, gereja dan rumah duka akan tetap buka, kata ajudan itu, tetapi segala sesuatu yang lain akan ditutup, terutama bar dan restoran, yang disalahkan atas peningkatan penyebaran selama akhir tahun lalu dan liburan Karnaval.

Bangsal perawatan intensif di Brasilia, kota terbesar ketiga di Brazil dengan 3 juta penduduk, sama penuhnya dengan puncak pandemi tahun lalu, dengan lebih dari 80% tempat tidur terisi, kata departemen kesehatan.

Situasinya sama buruknya atau lebih buruk di kota-kota di seluruh Brazil, dengan tempat tidur perawatan intensif di ibu kota 17 dari 26 negara bagian Brazil pekan ini mencapai tingkat paling kritis sejak pandemi dimulai setahun lalu, menurut laporan oleh pusat biomedis Fiocruz.

Bolsonaro, yang tinggal dan bekerja di Brasilia, mengatakan gubernur yang memberlakukan pembatasan merugikan warga Brazil.

“Yang paling diinginkan orang adalah bekerja,” katanya dalam kunjungan ke timur laut Brazil pada Jumat, satu hari setelah Brazil mencatat korban tewas harian terburuk kedua. Dia mengancam akan menghentikan bantuan pandemi darurat federal ke negara bagian yang melakukan penguncian.

“Mulai sekarang, gubernur yang menutup negara bagian mereka harus menyediakan bantuan darurat mereka sendiri,” kata Bolsonaro.

Brazil telah memiliki 65.169 kasus baru virus corona baru yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir, dan 1.337 kematian akibat COVID-19, kata kementerian kesehatan pada Jumat.

Negara Amerika Selatan itu sekarang telah mencatat 10.455.630 kasus sejak pandemi dimulai, sementara jumlah kematian resmi telah meningkat menjadi 252.835, menurut data kementerian, dalam wabah terburuk ketiga di dunia di luar Amerika Serikat dan India dan yang paling mematikan kedua di dunia.(EP/Ant)

Iptu Rita Balas Cuitannya, Iwan Fals Kaget 0 (0)

Jakarta: Musisi legendaris Tanah Air, Virgiawan Listanto atau Iwan Fals tidak menyangka kicauannya di Twitter ditanggapi Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu Rita Yuliana.

“Wah langsung dibales, selamat bertugas ya mbak, bu atau bagaimana saya manggilnya,” tulis Iwan fals dalam cuitannya di laman Twitter @iwanfals pada Jumat (26/2/2021) dilansir CNN Indonesia.com.

Cuitan Iwan merupakan balasan atas komentar dari Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu Rita Yuliana di Twitter Iwan Fals yang sebelumnya.

Dalam cuitannya itu Iwan menulis harapan dan doa untuk Polwan tersebut.

“Moga-moga nggak rusak kena sabu dan sejenisnya ya,” tulis Iwan sambil mencantumkan artikel tentang Iptu Rita Yuliana.

Tidak disangka, cuitan Iwan tersebut dibalas langsung oleh Iptu Rita Yuliana.

“Amiin ya rabbal Alamin, Terimakasih atas doanya kepada saya Bapak. Semoga Bapak sehat selalu,” balasnya.

Tak sampai di situ, Iptu Rita Yuliana juga membalas cuitan terbaru dari Iwan Fals.

“Iya Bapak saya sangat berterima kasih atas doanya. Pangkat saya baru Iptu, perjalanan masih panjang, masih banyak tantangan yang dihadapi dan masih harus banyak belajar. Salam Hormat Saya untuk Bapak,” balasnya.

Lantas, Iwan Fals pun kembali membalas komentar Polwan tersebut hingga membuat utas yang panjang.

Aksi saling membalas komentar yang dilakukan Iwan Fals dan Iptu Rita Yuliana rupanya turut menarik perhatian warganet.

“Kalau pak Jokowi, sering balas nggak bang Iwan kalau dikritik,” tulis salah satu netizen.

“Aduhh, giliran yang bening-bening aja responnya taktis,” timpal netizen lain.

Sosok Iptu Rita Yuliana belakangan tengah ramai menjadi sorotan di media sosial.

Polwan yang menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Lombok Barat ini ramai dibicarakan warganet, setelah videonya saat memberikan ucapan selamat tahun baru Imlek di akun @satlantaslombokbarat viral.

Tak hanya video tersebut, kegiatan Rita Yuliana saat bertugas mengawasi kondisi lalu lintas jalanan juga mendapat pujian dari warganet.

Banyak dari mereka memuji paras sosok perwira polisi itu. Bahkan, tak sedikit yang menyebut jika Iptu Rita lebih cocok menjadi seorang model.

(Sumber: CNNIndonesia.com)

Di Tangerang Vaksinasi Massal, Tumpah 6.600 Orang 0 (0)

Tangerang: Sebanyak 6.600 petugas pelayanan publik dan guru membanjiri Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/2/2021).

Hal itu terkait penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 massal perdana.

Pantauan rri.co.id, terjadi antrean panjang tanpa memperhatikan jaga jarak para peserta vaksin di lobi bekakang Gedung Puspemkot Tangerang.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan, vaksinasi massal perdana ini pesertanya mencapai ribuan petugas pelayanan publik yang terdiri dari petugas Satpol PP, Dinas Perhubungan, pegawai kecamatan, pegawai kelurahan, hingga tenaga pendidik atau guru.

Arief mengaku, vaksinasi Covid-19 ini telah dibuat tersistem agar tidak adanya antrean dan kerumunan saat proses vaksinasi massal dilakukan.

“Teman-teman Dinkes, Puskesmas, rumah sakit, sudah menyiapkan sistemnya, ada 30 lajur dari awal sampai sekarang kita sempurnakan supaya alurnya makin cepat,” ujarnya kepada rri.co.id.

Selain itu, proses vaksinasi guru juga dilakukan di waktu yang terpisah.

Pasalnya, jumlah guru yang akan divaksin cukup banyak.

“Untuk guru ada 3.000 yang akan divaksin, lalu akan dilakukan pada siang hingga sore nanti,” jelas Arief.

Arief mengatakan, vaksinasi Covid-19 ini akan dilakukan hingga satu minggu ke depan untuk seluruh pelayan publik.

“Karenanya kita berupaya maksimal mungkin supaya cepat selesai,” imbuhnya.

Sementara Norman, salah seorang guru, mengaku grogi untuk divaksin.

Selain takut disuntik, dia sempat dilanda khawatir efek samping vaksinasi.

“Sempat baca-baca, tapi Insya Allah ini ikhtiar untuk lepas dari pandemi (Covid-19). Saya kalahkan rasa takut, suntik saja, ya enggak sakit juga ternyata,” ucapnya.

Menristek: Pelacakan Varian Baru Covid-19 Terus Dilakukan 5 (1)

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Indonesia terus melakukan pelacakan untuk mengidentifikasi ada tidaknya varian baru virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di Tanah Air melalui peningkatan kegiatan pengurutan genom menyeluruh (whole genom sequencing/WGS).

“Kami perlu melakukan WGS yang lebih intensif dan juga WGS sebagian (pengurutan genom sebagian) untuk menemukan apakah sudah ada mutasi atau varian baru virus penyebab Covid-19 di Indonesia,” kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang dalam acara Indonesia-UK Interdisciplinary Sciences Forum: Enabling Global Health Security, Jakarta, Kamis.

Pengurutan genom menyeluruh ​​​​​​​sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah varian baru yang teridentifikasi di negara lain sudah masuk atau belum ke Indonesia atau menemukan adanya mutasi baru virus tersebut.

Bagaimanapun, kegiatan pengurutan genom virus harus semakin masif dilakukan di daerah-daerah di Indonesia dalam mengidentifikasi keberadaan varian dan mutasi baru.

Kementerian Riset dan Teknologi telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam melakukan pengurutan genom virus SARS-CoV-2 di Tanah Air.

“Sekarang Indonesia mulai mempunyai surveilans genom yang lebih baik, khususnya untuk memantau keberadaan varian baru atau mutasi baru virus penyebab Covid-19,” ujarnya.

Kegiatan pengurutan genom virus itu dilakukan banyak negara di dunia, termasuk Inggris.

Inggris dapat menemukan B 1.1.7 yang merupakan varian baru virus corona penyebab Covid-19, melalui kegiatan surveilans genomnya terhadap sampel virus yang bersirkulasi di wilayahnya. Varian itu ternyata lebih menular dibanding varian sebelumnya.

“Inggris memiliki surveilans genom terbaik di dunia. Itu sebabnya Inggris dapat menemukan mutasi baru ini, varian baru dari virus penyebab Covid-19 dan tahu bagaimana menanganinya, dan telah memimpin beberapa riset pendahuluan tentang dampak varian baru terhadap tingkat keparahan penyakit, infeksi dan dampaknya terhadap pengembangan vaksin,” ujar Menristek.

Untuk itu, Indonesia juga terus berupaya untuk semakin meningkatkan kemampuannya dalam melakukan WGS.(EP/Ant)

Indonesia Mencatat 8.493 Kasus Baru Covid-19 0 (0)

Jakarta– Indonesia mencatat 8.493 kasus baru Covid-19 pada hari Kamis. Total kasus menjadi 1.314.634 orang.

Menurut data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kasus sembuh bertambah 8.686 orang menjadi 1.121.411 orang. Indonesia juga mencatat 264 pasien Covid-19 meninggal, sehingga total kasus kematian menjadi 35.518 orang.

Jawa Barat melaporkan kasus tertinggi dibanding daerah lain, yakni sebanyak 2.546 orang. Sementara itu, Jakarta mencatat 1.581 kasus baru, Jawa Tengah melaporkan 820 kasus, dan Jawa Timur sebanyak 556 kasus. (NE/AA)

Nadiem Makarim Pastikan Seluruh Guru Termasuk Honorer Dapat Vaksinasi Covid-19 0 (0)

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan 5,5 juta tenaga pendidik di Indonesia ditargetkan mendapatkan vaksin Covid-19. Vaksinasi untuk guru, tenaga pendidik, dan dosen ditargetkan selesai pada akhir Juni 2021.

“Targetnya Insya Allah akan berusaha sebesar mungkin. Akhir Juni 5 juta dari guru dan tenaga kependidikan itu bisa divaksinasi. Itu adalah sasaran kami dan sasaran pemerintah pusat,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim kepada wartawan di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (24/2/2021) siang.

Nadiem juga menuturkan, vaksinasi Covid-19 tidak hanya menyasar tenaga pendidik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia memastikan tenaga pendidik seperti guru honorer juga akan mendapatkan vaksin Covid-19.

“Ya itu semua guru, termasuk honorer dua tahap, dua kali vaksinasi. Ya dong, karena kan setiap vaksinasi harus dua kali, dua fase. Jadi itu adalah untuk semua tenaga pendidik, benar-benar semua tenaga pendidik,” ujarnya.

Baca juga : LaNyalla Minta Pemerintah Daerah Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer
Nadiem mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk guru, tenaga pendidik, dan dosen di Indonesia akan diprioritaskan dari jenjang termuda atau paling dasar, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya, jenjang pendidikan yang termuda merupakan jenjang yang paling sulit melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kami juga telah memutuskan, misalnya ada alokasi vaksin, jadi diberikan untuk jenjang guru atau tenaga pendidikan yang muda dulu SD, PAUD, SLB, baru SMP, SMA dan SMK, baru ke perguruan tinggi,” kata Nadiem.

Nadiem mengatakan, jenjang pendidikan terendah dianggap paling membutuhkan belajar tatap muka.

“Sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali, saya kira targetnya itu,” ujarnya.

Meskipun demikian, Nadiem menyebutkan, proses belajar tatap muka nantinya tetap menerapkan protokol kesehatan dari Kemenkes dan Kemendikbud.

Dilokasi yang sama, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengaku bersyukur atas adanya program vaksinasi terhadap para GTK. Unifah menjelaskan jika para guru sangat senang diberikan vaksin hari ini.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo beserta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Program ini membuktikan adanya perhatian kesehatan yang serius terhadap dunia pendidikan.

“Mereka berkeinginan sangat kuat untuk mengikuti vaksin ini. Terima kasih tentunya saya sampaikan kepada presiden Joko Widodo yang sungguh-sungguh meletakkan bahwa kalangan pendidikan itu menjadi bagian prioritas. Juga terima kasih kepada Menkes dan Mendikbud, serta kawan-kawan kepala daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, guru, tenaga pendidik, dan dosen menjadi prioritas agar proses kegiatan belajar tatap muka bisa dilakukan pada tahun ajaran baru pada bulan Juli. Ia berharap, kegiatan belajar tatap muka di bulan Juli nanti bisa berjalan normal.

“Saya kira targetnya itu,” ujar Jokowi. Sebanyak 600 orang dari profesi guru, tenaga kependidikan, dan dosen dijadwalkan menjalani vaksinasi Covid-19 pada Rabu (24/2/2021). Pemberian vaksin kepada guru dan tenaga kependidikan akan dilakukan secara bertahap. (rnl)