by

Penyelenggaraan Formula E Disidik, Ketua Poros Rawamangun : Ada Apa Dengan KPK?

HarianNasional.com, Jakarta – Perlehatan ajang Formula E yang akan diadakan pada tahun 2022, kini menjadi sorotan kembali karena ajang tersebut disidik oleh KPK.

Hal tersebut di tanggapi Rudy Darmawanto selaku Ketua Poros Rawamangun yang memberikan tanggapannya Terkait dengan disidiknya ajang balap Formula E oleh KPK.

“Ditengah Maraknya Kasus PCR tiba tiba Penyelenggaraan Formula E Disidik, Ada Apa Dengan KPK?”,ujar Rudi Di Jakarta, (6/11/2021)

Menurutnya, KPK mulai mencari alasan untuk menyelidiki Formula E, sama saja dengan merendahkan nilai kebangsaan.

“Formula E mulai disidik oleh KPK dengan seribu alasan. Sesungguhnya itu adalah bentuk dari merendahkan nilai Kebangsaan”, ungkap Rudi.

Ia juga menilai, komisioner KPK tak paham nilai Kebangsaan dan harus banyak belajar tentang Wawasan Kebangsaan dan Wawasan Nusantara.

“Jika memang terjadi korupsi menurut KPK, seharusnya diverifikasi dan di supervisi terlebih dahulu”,tegas Rudi.

Bahkan lanjut Rudi, Jika patut diduga adanya potensi Korupsi silakan diverifikasi atau disupervisi, bukan dipanggil lalu dilakukan penyelidikan.

“Kita Ketahui bahwa Formula E sendiri baru tahapan penyelenggaraan dan persiapan. Pelaksanaannya pun belum”,jelasnya.

Jadi Banyak hal yang dipertanyakan kenapa KPK langsung begitu saja sidik menyidik. Kerugiannya dimana, siapa yang diduga korup, siapa yang melakukan, kapan dan buktinya apa, dan apa bedanya dengan skema penyelenggaraan balap di Mandalika.

“Menurut saya, Komisioner KPK ini harus diawasi oleh Dewan Pengawas KPK dengan baik. Karena sudah jelas-jelas sedang ramai mengenai Kasus PCR, kenapa harus Formula E yang disidik”, Katanya.

Bahkan menurut Rudi, komisoner KPK dapat diduga melanggar Wawasan Kebangsaan dan kode etik.

” Dewas KPK harus ekstra pengawasan dan lakukan supervisi terhadap komisioner KPK nya, jangan sampai kasus lain yang nyata salah dan Korupsinya tidak pernah selesai atau diselesaikan malah komisioner manuver soal formula E untuk menutup kasus lain baik kasus internal KPK sendiri maupun Kasus yg sengaja dilakukan pembiaran”,tegasnya.

Bahkan Ia Mendesak KPK untuk tidak tebang pilih karena Kasus PCR yang sedang hangat ini, yang diduga dilakukan oleh beberapa pejabat negeri dan orang penting dilingkaran Penguasa.

Dann perlu di ketahui Menurut Rudi, Formula E sendiri ialah ajang balapan mobil listrik internasional yang pastinya berdampak terhadap naiknya potensi pariwisata, citra bangsa dan perekonomian rakyat di Jakarta. Banyak hal positif yang akan kita dapatkan dari penyelenggaraan balap internasional tersebut, bukan hanya soal ekonomi Semata tetapi sebagai pencitraan dunia internasional soal indonesia sama halnya dengan penyelenggaraan balap lain seperti balap motogp di mandalika dan lainnya.(rd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *