by

Kesiapsiagaan Pandemi, Bank Dunia Setujui Pendanaan

Washington: Bank Dunia menyetujui pembentukan Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) untuk memobilisasi sumber daya tambahan pada pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons (PPR) pandemi.

Persetujuan tersebut diluncurkan Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia, Jumat (1/7/2022), bersamaan dengan pembentukan sekretariat bersama di Bank Dunia dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pimpinan teknisnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis WHO.

FIF merupakan bagian dari upaya global membantu memperkuat kapasitas PPR pandemi di tingkat nasional, regional, dan global, dengan fokus pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Pendanaan ini dikembangkan Amerika Serikat, Italia dan Indonesia sebagai bagian dari Kepresidenan G20, dengan dukungan negara G20. Komitmen dukungan keuangan untuk FIF sebesar lebih dari US$1 miliar telah diumumkan, termasuk kontribusi dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Indonesia, Jerman, Inggris, Singapura, Gates Foundation dan Wellcome Trust.

Berdasarkan penjelasan Tim Komunikasi G20, Kamis (30/7/2022), Indonesia menyatakan akan menyumbangkan sekitar US$50 juta.

“Saya senang dengan dukungan luas dari pemegang saham kami untuk Dana Perantara Keuangan baru di Bank Dunia,” kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass. “Bank Dunia adalah penyedia pembiayaan terbesar untuk PPR dengan operasi aktif di lebih dari 100 negara berkembang untuk memperkuat sistem kesehatan mereka. FIF akan memberikan tambahan dana jangka panjang untuk melengkapi pekerjaan lembaga yang ada dalam mendukung negara dan kawasan berpenghasilan rendah dan menengah untuk bersiap menghadapi pandemi berikutnya.”

“Akses ke pembiayaan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan pandemi sangat penting. COVID-19 telah mengekspos kesenjangan besar dalam kapasitas kesiapsiagaan, yang dapat ditangani oleh Dana Perantara Keuangan secara koheren, sebagai bagian dari arsitektur global untuk kesiapsiagaan dan respons darurat kesehatan,” kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. “WHO akan memainkan peran sentral dalam FIF, memberikan kepemimpinan teknis untuk pekerjaannya dalam kerja sama erat dengan Bank Dunia untuk mewujudkan visi ambisius ini.”

Target FIF adalah menyediakan pembiayaan untuk mengatasi kesenjangan kritis dalam PPR pandemi untuk memperkuat kapasitas negara di berbagai bidang seperti pengawasan penyakit, sistem laboratorium, tenaga kerja kesehatan, komunikasi dan manajemen darurat, dan keterlibatan masyarakat.

Dengan pembiayaan ini juga dapat membantu mengatasi kesenjangan dalam memperkuat kapasitas regional dan global, misalnya, dengan mendukung berbagi data, harmonisasi peraturan, dan kapasitas untuk pengembangan terkoordinasi, pengadaan, distribusi dan penyebaran tindakan pencegahan dan pasokan medis penting.