by

WJIS 2021 Fokus Pada Peningkatan Ekonomi Pascapandemi

,Bandung: Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar West Java Investment Summit (WJIS) di Savoy Homann Hotel secara hybrid. WJIS yang digelar pada Oktober 2021 ini merupakan yang ketiga kalinya.

WJIS 2021 berfokus pada peningkatan ekonomi pascapandemi yang peluangnya terbuka lebar, dengan tema yang diusung “Navigating Post-covid World: Investment Growth For Resilient West Java”

Dalam WJIS 2021 ini akan diserahkan penghargaan Cinematography of Investment Festival (Cifest) kepada dua sosok yang dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap dunia investasi di Jabar.

Penghargaan lainnya diberikan kepada kabupaten kota yang sudah melakukan kerja keras mendapatkan investasi serta penghargaan kepada pengusaha yang sudah patuh melaksanakan tugasnya sebagai investor. WJIS 2021 yang digelar dalam suasana pandemi ini memunculkan harapan baru bagi investasi Jabar.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan ada dua kawasan ekonomi baru yakni Metropolitan Rebana dengan 13 kota industri barunya dan Jabar Selatan yang berinvestasi fokus pada bidang kemaritiman, pariwisata dan pertanian. Pengembangan dua kawasan di Jabar ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No 87 Tahun 2021.

Kawasan Jabar utara dan selatan menjadi penting ditawarkan dalam WJIS karena dari total hampir 50 juta penduduk Jabar, mayoritas berada di wilayah Jabar tengah ke utara dengan karakteristik industrial dan modern.

“50 juta warga Jabar mayoritas tinggalnya di tengah ke utara karena tanahnya datar, tapi dari wilayah tengah ke selatan curam namun mengandung keindahan. Oleh karena itu pembangunan Jabar tengah ke utara banyaknya modernisasi dan industrialisasi sedangkan tengah le selatan banyak alam,” ujar Emil kepada wartawan, senin(25/20/2021).

Sementara itu Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, menjelaskan bank bjb siap berada di garda terdepan untuk mendorong langkah-langkah strategis pemerintah dalam menstimulasi sektor-sektor ekonomi yang vital bagi masyarakat.

“Kami akan menjalankan peran sebagai agen perubahan secara konsisten dan optimal seperti yang telah dilakukan perusahaan khususnya selama berjibaku menghadapi tantangan ekonomi Covid-19,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Noneng Komara, menargetkan WJIS 2021 diikuti oleh 1.500 investor dari dalam dan luar negeri.

Ia menjelaskan, WJIS merupakan bagian ekosistem investasi yang semakin matang.Salah satu buktinya adalah pada Januari hingga Juni 2021 investor yang merealisasikan penanaman modal ke Jawa Barat mencapai Rp72,46 triliun dan menempati peringkat 1 nasional.

Sedangkan menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto, mengatakan keunggulan investasi di Jabar adalah efisiensi investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasional, bahkan bersaing dengan berbagai negara di Asia Tenggara.

“Pada tahun 2020, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Jabar tercatat pada kisaran 4 persen artinya 1 persen pertumbuhan ekonomi Jabar membutuhkan rasio investasi/produk domestik regional bruto (PDRB) sekitar 4 persen,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *