WHO Tetapkan COVID-19 Pandemi, Sejumlah Negara Terapkan Langkah Ini

0
(0)

Jakarta : Kasus penularan virus Corona baru atau COVID-19 di luar Tiongkok, saat ini terjadi pada 114 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (12/3/2020) secara resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Dimana menurut data WHO selain 114 negara tertular COVID-19, sebanyak 126.000 orang dilaporkan telah terkena virus tersebut. Melansir Aljazeera.com disebutkan dari 126.000 orang terkena COVID-19 sebanyak 68.000 diantaranya sembuh, berdasarkan laporan Universitas John Hopkins yang melakukan pelacakan terhadap kasus penularan COVID-19.

Pekan ini Presiden Donald Trump mengumumkan pelarangan terhadap pendatang dari Eropa. Trump menyebut penangguhan tersebut berlaku pada Jumat dini hari hingga 30 hari kedepan.

“Keputusan ini adalah untuk kesehatan rakyat AS, untuk menekan kasus dengan menolak pendatang dari sumber baru,” tegas Trump dilansir dari CNN.

Baca Juga : Khawatir Pandemi Corona, The Fed Dorong Stafnya Bekerja dari Rumah

Trump menyebut pelarangan itu juga berlaku terhadap apapun yang tiba dari Eropa. “Larangan ini juga tidak hanya akan berlaku bagi komoditi perdagangan dan kargo-kargo jumlah besar. Tapi, juga berbagai komoditas lainnya hingga kami mendapatkan persetujuan terhadap apa saja yang tiba dari Eropa ke AS adalah hal apa yang sedang kami diskusikan,” jelasnya.

Menurut Trump disaat bersamaan pihaknya juga melakukan memantau perkembangan kasus di Tiongkok dan Korea Selatan. “Pelarangan ini tidak berlaku bagi UK. Dalam saat yang bersamaan kami juga memonitor kondisi di Tiongkok dan Korea Selatan,” imbuh Trump lagi.

Hingga Kamis (12/3/202) kasus COVID-19 di Amerika Serikat mencapai lebih dari 1,300 kasus dengan kematian mencapai 35 kasus.

Baca Juga :Aktor Hollywood Tom Hanks dan Istri Positif Terkena COVID-19

Berada pada posisi kedua dengan status darurat COVID-19 setelah Tiongkok, Italia memutuskan untuk memberlakukan “lockdown” atau mengunci seluruh negeri. Keputusan itu berlaku pada 10 Maret – 3 April. Kasus penularan COVID-19 di Italia mencapai 12.000 lebih dengan 827 orang meninggal dunia.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengatakan, sejak diberlakukannya “lockdown” itu pemerintah secara resmi menerapkan dekret “Saya Berada di Rumah”. “Segala bentuk aktifitas di seluruh negeri harus dihindari,” ujar Conte dalam pengumumannya seperti dilansir dari The Guardian.

Dalam pengumumannya itu, Conte juga menekankan warga diperbolehkan beraktifitas di luar rumah dengan 3 keadaan spesifik. “Dianataranya alasan pekerjaan, keperluan kesehatan. Dilarang untuk berkumpul di dalam maupun di luar bar terbuka untuk umum,” tegasnya.

Sementara, 6 napi di Italia dilaporkan meninggal dunia akibat positif COVID-19.

Kasus COVID-19 secara resmi ditemukan di Indonesia pada 2 Maret lalu. Hingga kini kasus positif COVID-19 mencapai 34 dengan satu diantaranya meninggal dunia yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Baca Juga : Dampak Corona, Dua Kelompok Wisman Asal Singapura dan Inggris Batal ke Kerinci

Kamis (12/3/2020) Direktorat Jenderal Imigrasi mengumumkan 126 WNA dari sejumlah negara ditolak masuk ke Indonesia. Penolakan tersebut merupakan para WNA yang mengajukan visa masuk ke Indonesia sejak 6 Februari hingga 10 Maret 2020.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga merupakan Wakil Presiden ke – 10 dan ke – 12 Indonesia, Jusuf Kalla, mengimbau, masyarakat untuk terus menjaga kebersihan sebagai upaya mencegah tertular COVID-19.

“Karena, itu semua tempat keramaian bersih steril karena kalau tidak itu bahaya. Pasti perkembangan wabah itu (cepat) seperti deret ukur, satu kena sebar ke tiga, tiga kena sebar ke tiga lagi, artinya cepat sekali , satu kali tiga kali tiga,” sebut Jusuf Kalla ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Kamis (12/3/2020), Jakarta.

Menurut Jusuf Kalla jika Indonesia ingin mencontoh Tiongkok yang berhasil menekan angka kasus COVID-19 dengan menerapkan “lockdown”, maka diperlukan berbagai persiapan termasuk dari segi ekonomi.

“Salah satuhya itu, China berhasil memperlambat dan tidak mencegah 100% karena “lockdown” itu. Negara yang sangat disiplin yang bisa melaksanakan itu. Kalo diinstruksikan pasti bisa (Indonesia), tapi memang harus siap ekonominya siap macam-macam,” pungkas Jusuf Kalla.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pelatih Arsenal Mikel Arteta Positif Terjangkit Virus Corona

Fri Mar 13 , 2020
0 (0) Jakarta : Manajemen Arsenal pada Jumat (13/3/2020) pagi WIB mengkonfirmasi bahwa pelatih mereka, Mikel Arteta positif terjangkit virus Corona atau Covid-19. Terkait hal tersebut, pihak The Gunners -julukan Arsenal- langsung bergerak cepat melakukan langkah pencegahan dengan menutup pusat latihan mereka, London Colney. Para pemain yang yang terlibat kontak […]