WHO Gembira Dexamethasone Mampu Sembuhkan Pasien Covid-19

0
(0)

Jakarta – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik temuan sejumlah peneliti dari Universitas Oxford yang menemukan efek positif obat dexamethasone terhadap pasien Covid-19. Terlebih lagi, dexamethasone terbukti mampu menyembuhkan pasien yang kritis atau dalam kondisi parah.

“Kami menyambut baik hasil uji klinis awal dari Inggris (UK) yang menunjukkan dexamethasone, kortikosteroid, dapat menyelamatkan nyawa bagi pasien yang sakit kritis dengan Covid-19. Untuk pasien yang menggunakan ventilator, pengobatan terbukti mengurangi kematian sekitar sepertiga, dan untuk pasien yang hanya membutuhkan oksigen, mortalitas berkurang menjadi sekitar seperlima, menurut temuan awal yang dibagikan dengan WHO,” kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan di laman resmi WHO, dikutip Rabu(17/6).

WHO menggarisbawahi bahwa manfaat dexamethasone hanya terlihat pada pasien sakit parah dengan Covid-19, dan tidak diamati pada pasien dengan penyakit ringan. “Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan Covid-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator,” lanjutnya.

“Ini adalah berita bagus dan saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan banyak rumah sakit dan pasien di Inggris yang telah berkontribusi pada terobosan ilmiah yang menyelamatkan jiwa ini.” ujarnya.

Dexamethasone adalah steroid yang telah digunakan sejak 1960-an untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi, termasuk gangguan peradangan dan kanker tertentu. Telah terdaftar dalam Daftar Model Obat Esensial WHO sejak 1977 dalam berbagai formulasi, dan saat ini tidak memiliki paten dan tersedia dengan harga terjangkau di sebagian besar negara.

Ditambahkannya, para peneliti Oxford telah berbagi wawasan awal tentang hasil uji coba dengan WHO, dan pihaknya menantikan analisis data lengkap dalam beberapa hari mendatang.

WHO akan mengoordinasikan meta-analisis untuk meningkatkan pemahaman secara keseluruhan tentang intervensi ini. Panduan klinis WHO akan diperbarui untuk mencerminkan bagaimana dan kapan obat harus digunakan dalam Covid-19.

Dalam penelitiannya, sejumlah peneliti Universitas Oxford menguji dexamethasone pada 2.000 pasien Covid-19. Mereka membandingkan dengan 4.000 pasien yang tidak diberikan dexamethasone. Hasilnya, sekitar 19 dari 20 pasien yang mengidap Covid-19 sembuh tanpa harus dilarikan ke rumah sakit.

Dexamethasone sudah digunakan sejak awal pandemi Covid-19 dan telah menyelamatkan sekitar 5.000 nyawa.(EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kemensos Gandeng BPUK Salurkan Bantuan Sosial Kemensos Hadir

Fri Jun 19 , 2020
0 (0) HarianNasional.com – Memasuki fase new normal, besar harapan masyarakat untuk beraktifitas normal seperti sediakala. Namun geliat kehidupan masyarakat masih belum sepenuhnya kembali normal akibat pandemi Covid-19. Kesulitan masih sangat nampak dirasakan khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Oleh sebab itu, Kemensos berusaha hadir untuk menyisir dan menjangkau kalangan masyarakat […]