Waspadai Banjir Jakarta, Khawatir Klaster Covid-19 Pengungsi

0
(0)

Jakarta: DKI Jakarta mulai diguyur hujan deras belakangan ini, hingga menyebabkan sejumlah titik banjir. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menilai, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, lamban dalam penanganan banjir di Ibu Kota.

Dia menyebut, Pemprov DKI tidak mempersiapkan sejumlah mitigasi sebelum bencana banjir terjadi.

“Jangan pas banjir baru kerja. Penanganan banjir ini perlu diantisipasi jauh-jauh hari, harus menyiapkan mitigasi banjir. Ini bukan lagi memikirkan kebijakan populer atau tidak populer, tapi ini kepentingan semua warga, nasib hidup warga Jakarta,” kata Prasetio dalam keterangan resminya, Senin (28/9).

Menurut Prasetio, mitigasi banjir harus dilakukan dan diperhatikan secara serius, terlebih saat ini masih terjadi pandemi virus corona (Covid-19).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (Doc Istimewa) .jpg
Ia khawatir, muncul klaster baru penularan Covid-19 saat proses evakuasi warga, penularan di pengungsian, hingga kondisi MCK umum yang tidak bersih jika terjadi banjir.

Dia meminta Anies, segera melakukan langkah-langkah mitigasi banjir. Sebab menurutnya, sejak beberapa tahun lalu, mitigasi banjir bukan lagi program prioritas utama.

Hal itu terlihat, dari pemangkasan pagu penanganan banjir dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan pada 2020, kata Prasetio, Dinas Sumber Daya Air (SDA) sempat tidak memiliki anggaran untuk penanganan banjir.

“Saya sudah katakan berkali-kali masalah Jakarta itu dari dulu dua, macet dan banjir, Karena itu saya menyetujui dibentuknya Pansus Banjir. Perlu keseriusan untuk masalah banjir ini. ” ujarnya.

DPRD juga menyoroti revitalisasi trotoar, yang dianggap menjadi penyebab dan penyumbang banjir Jakarta. Contohnya dalah revitalisasi trotoar di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro. Kata Prasetio, justru mengakibatkan penyumbatan air, sehingga membanjiri perumahan warga sekitar.

“Di awal tahun lalu Jakarta kembali dikepung banjir. Termasuk di kawasan Menteng, Jalan Diponegoro. Penyebabnya karena pelebaran trotoar yang justru tidak memperhatikan saluran yang ada di bawahnya. Kalau sudah seperti ini bagaimana pengawasannya,” terangnya.

Ilustrasi Banjir Jakarta (Doc Istimewa) .jpg
Dia juga mendorong Anies, untuk mengoptimalkan alokasi dana pinjaman sebesar Rp12.5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Pinjaman tersebut, dialokasikan untuk tahun ini dan 2021, dengan beberapa program prioritas.

Selain banjir, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk sejumlah program, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Dengan ketersediaan anggaran, sudah saatnya Pak Gubernur memperbaiki manajemen, standar prosedur untuk penanganannya banjir,” tuturnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ruang ICU Covid-19 di Jakarta Aman

Mon Sep 28 , 2020
0 (0) Jakarta: Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyatakan, ruang Intensive Care Unit (ICU) di Jakarta masih mampu menampung pasien Covid-19. Tak hanya itu, ruang isolasi pun masih cukup untuk merawat pasien Covid-19 yang kondisinya belum begitu parah, sehingga sampai saat ini tanda-tanda krisis ruang ICU dan isolasi belum […]