by

Warga Papua Antusias Sambut Vaksin Presisi

Jakarta: Satuan Brimob Polda Papua Batalyon D Pelopor menggelar Gerai Vaksin Presisi dalam rangka peringatan ulang tahun ke-76 Republik Indonesia bertempat di Aula Brimob merauke, Selasa (10/8/2021).

Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol.Godhelp Cornelis Mansnembra melalui Danyon D Pelopor AKP Clief Gerald. PH. Duwith mengatakan bahwa Kegiatan vaksin ini diperuntukan bagi masyarakat kabupaten merauke yang belum melakukan vaksin, yang mana kegiatan akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan terhitung dari hari Senin 9 Agustus 2021, Selasa, Kamis dan Jumat 13 Agustus 2021.

“Kami bekerja sama dengan Polres Merauke dan juga stakeholder lainnya yang mendukung pelaksanaan vaksinasi di mako brimob. Mudah mudahan hal- hal yang kami lakukan ini bisa membantu pemerintah daerah kabupaten merauke dalam hal ini menangani pandemi covid yang masih berlangsung,” kata Clief dalam pernyataan.

AKP Clief menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan yang ada serta menargetkan pelaksanaan vaksin sekitar 500 orang yang terlayani, baik tahap pertama maupun kedua.

Dengan hari pertama 300 dosis vaksin yang disuntikan dan untuk hari-hari selanjutnya tentunya dengan jumlah yang sama dengan mengikuti protokol kesehatan dan arahan serta petunjuk dari tenaga kesehatan klinik Polres merauke.

“Kami mengikuti prokes serta arahan dari tenaga kesehatan karna kunci nya ada pada mereka yang melaksanakan vaksinasi ini, kami hanya memfasilitasi dan menyediakan tempat serta hal lain yang mendukung pelaksanaan vaksin ini berjalan aman lancar di markas Brimob Batalyon D Pelopor,” jelasnya.

Adapun yang menjadi persyaratan dalam vaksinasi ini cukup membawa ktp, dan khusus bagi anak usia 12-17 tahun hanya membawa fotocopy kartu keluarga.

Antusias masyarakat begitu luar biasa dalam mengikuti kegiatan vaksinasi, yang terpantau sejak pukul 06.00 wit sudah memadati kesatrian johar simamora, namun masyarakat harus menunggu dikarenakan kegiatan dimulai pada pukul 08.00 wit.

“Banyaknya masyarakat berbondong-bondong mengikut kegiatan tersebut, sehingga pelayanan dibatasi demi mencegah kerumunan terjadi serta melaksanakan prokes yang ada,” imbuhnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *