Pakai Nama Asli Banten, Warga Muntah-muntah Setelah Konsumsi Madu Palsu

5
(131)

Jakarta – Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten menggerebek sebuah industri rumahan pembuat madu palsu di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (10/11) malam.

Kasubdit 1 Industri dan Perdagangan Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten AKBP Doffie Fahlevi mengatakan madu palsu produk rumahan itu tersebar luas di kawasan Banten.

“Awalnya kita pancing dulu pelaku dengan kita beli terlebih dahulu, setelah itu kita tes secara lab, ternyata dalam satu kemasan, sama sekali tidak ada kandungan madu asli” ujar Doffie.

Hal yang lebih mencurigakan, yakni harganya yang murah Rp25.000 per botol. Setelah diteliti, tidak ada sama sekali kandungan madu asli di dalam madu tersebut.

Doffie mengatakan pelaku pembuat madu palsu, TM (35) memasarkan produknya dengan membawa nama besar madu asli Banten yang terkenal khasiatnya.

Akan tetapi madu tersebut bikin apes pengonsumsinya, menyebabkan banyak warga yang muntah-muntah usai mengonsumsinya.

Di lokasi pembuatan madu palsu, polisi menemukan ada puluhan drum berisi madu palsu siap edar dan juga salah satu bahan madu palsu, yakni molases.

“Ada bahan berbahaya yang dugaan pelaku untuk bahan baku madu palsu, bahan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia” ujarnya.

TM (35) dan barang bukti madu palsunya telah diringkus polisi untuk pemeriksaan.

Pelaku melanggar Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2), Pasal 142 jo pasal 91 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, kemudian Pasal 198 junto pasal 108 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 62 ayat (1) junto pasal 8 ayat (1) huruf f dengan ancaman hukuman kurungan penjara lima tahun penjara. (ant/msh)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 131

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tangani Covid-19, Australia Pinjami Indonesia AUD1,5 Miliar

Fri Nov 13 , 2020
5 (131) Jakarta : Pemerintah Indonesia mendapat gelontoran dana pinjaman dari pemerintah Australia senilai AUD1,5 miliar. Pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan anggaran tahun 2020, yang fokus pada pengendalian Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan masa pembayaran pinjaman tersebut selama 15 tahun. […]