Tuesday, April 20

Wacana KLB Demokrat di Bali, Mudarta Menolak

Denpasar: Pengurus Partai Demokrat, mulai tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 9 kabupaten/kota di Bali menolak Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dikabarkan akan dilaksanakan di Bali dalam waktu dekat.

“Kami dengan tegas menolak digelarnya KLB illegal tersebut di Bali,” ucap Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta kepada RRI, Minggu (28/2/2021).

Mudarta mengatakan, penolakan merupakan sikap kader dan pengurus Partai Demokrat se-Bali. Pernyataan sikap yang dibuat 10 punggawa Partai Demokrat di Pulau Dewata itu berisikan 5 poin.

Mudarta menyebut, KLB tersebut tidak memenuhi unsur kepemilikan suara sah dan syarat penyelenggaraan KLB yang diatur dalam AD/ART Partai Demokrat hasil Kongres V Partai Demokrat tanggal 15 Maret 2020.

Untuk itu, dia berharap, pemerintah daerah, kepolisian serta pihak berwenang lainnya, tidak memberikan ijin jika benar akan ada kegiatan KLB tersebut.

“Legalitas kami dari hasil Kongres V Partai Demokrat telah disahkan oleh Negara melalui Kementerian Hukum dan HAM. Keabsahan kepengurusan kami tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor M.HH-09.AH.11.01 tanggal 18 Mei 2020,” beber Mudarta.

Bila KLB tersebut dipaksakan, Mudarta memastikan, pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Ijinkan kami untuk bergerak menegakkan Swadharma kami kepada Partai Demokrat,” tegasnya.

Di akhir pernyataan sikap tersebut, Mudarta mengajak semua pihak bersama-sama menjaga kedamaian Pulau Seribu Pura.

“Mari bersama kita jaga kesucian dan kedamaian Pulau Bali dari perbuatan yang bertentangan dengan Dharma,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *