Virus Corona Bikin Jutaan Orang di Kawasan Arab Jatuh Miskin

0
(0)

Hariannasional.com, Jakarta -Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA),Rabu(1/4), menyatakan sebanyak 8,3 juta orang lagi di kawasan Arab akan jatuh dalam kemiskinan setelah merebaknya wabah Covid-19.

“(Angka) kemiskinan yang meningkat dapat menambah jumlah orang kurang gizi sebanyak 2 juta. Dengan perkiraan saat ini, total 101,4 juta orang di kawasan itu akan diklasifikasikan sebagai miskin, dan 52 juta orang sebagai kurang gizi,” jelas Sekretaris Eksekutif ESCWA Rola Dashti.

Konsekuensi dari krisis ini akan sangat parah bagi kelompok-kelompok yang rentan, terutama kaum perempuan dan dewasa muda, juga mereka yang bekerja di sektor informal yang tidak memiliki akses ke perlindungan sosial dan asuransi pengangguran.

ESCWA melaporkan bahwa akibat kurangnya landasan perlindungan sosial dan skema perlindungan sosial non-inklusif di beberapa negara Arab, kelompok paling rentan pasti tidak akan memiliki sarana penunjang apa pun untuk bertahan di tengah pandemi tersebut, yang mengganggu pasokan pangan global dan berdampak pada ketahanan pangan di banyak negara Arab karena ketergantungan tinggi mereka terhadap impor pangan.

Badan PBB itu menambahkan bahwa kawasan itu kehilangan sekitar 60 miliar dolar AS setiap tahunnya akibat limbah pangan atau makanan yang terbuang.

ESCWA juga mencatat bahwa penurunan limbah pangan atau makanan yang terbuang sebesar 50 persen akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sekitar 20 miliar dolar AS.

Dalam prosesnya, kawasan tersebut secara signifikan akan dapat meningkatkan ketersediaan pangan, mengurangi impor pangan, dan menggenjot neraca perdagangan. (EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

DPR Bahas Omnibus Law, GIAD: Bencana Politik

Fri Apr 3 , 2020
0 (0) Jakarta – Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) mengkritik langkah DPR melanjutkan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja di tengah pandemi virus corona (covid-19). Keputusan tersebut diambil dalam rapat paripurna DPR pada Kamis (2/4) dengan alasan RUU itu disertai Surat Presiden (Surpres) sejak 12 Februari 2020 lalu […]