by

Vihara Tertua di Lampung

Bandarlampung: Thay Hin Bio merupakan salah satu vihara tertua di Provinsi Lampung. Vihara Thay Hin Bio terletak di Jalan Ikan Kakap, Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung.

Suasananya sangat kental dengan nuansa kebudayaan Tiongkok klasik. Jika dilihat dari depan, tampak gerbang berwarna merah dan kuning yang dihiasi ornamen naga dan lukisan klasik Tiongkok.

Saat memasuki gerbang terlihat dua pagoda di sisi kanan dan kiri. Pada pintu masuk vihara terlihat dua pilar besar dengan ukiran berbentuk naga.

Di sana juga terdapat lampion besar yang menggantung di pintu masuk dan sejumlah lukisan khas Tiongkok. Ini mempertegas kentalnya budaya Tiongkok di vihara tersebut.

“Pembangunan vihara berawal dari sebuah keluarga yang berhasil selamat dari letusan Gunung Krakatau,” kata Pengurus Vihara Thay Hin Bio, Virya Parama, Minggu (22/1/2023).

Menurut Virya, keluarga itu berlindung di bawah meja Altar Dewi Kwan Im untuk menghindari letusan Gunung Krakatau. Masyarakat yang takjub langsung berbondong-bondong datang melihat keajaiban tersebut.

Namun, karena banjir akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, bangunannya menjadi rusak, sehingga patung sang Dewi harus dipindahkan. Pemindahan patung dilakukan Po Heng ke tempat yang yang disebut “tanjakan residen”.

“Tiga belas tahun kemudian tepatnya pada 1896, cettiya yang baru didirikan di tempat ini. Cettiya ini diberi nama Kuan Im Thing atau persinggahan Dewi Kuan Im,” ujarnya.

Vihara Thay Hin Bio adalah vihara yang merupakan saksi sejarah peradaban bangsa Tionghoa di Teluk Betung. Vihara yang sampai masih tetap berdiri ini bukan hanya simbol biasa, melainkan dapat menceritakan peristiwa masa lampau.

“Memasuki bangunan utama vihara terlihat lilin-lilin besar, lampion-lampion yang bergelantungan, pilar-pilar yang bertuliskan aksara kanji dan ornamen khas Tiongkok lainnya,” kata Virya.

Sebagian besar benda di dalam vihara ini merupakan perlengkapan sembahyang bagi umat yang datang beribadah. Di vihara juga terdapat simbol-simbol yang memiliki makna khusus.

Selain itu, di dalamnya terdapat 18 patung arahat. Beberapa patung tersebut di antaranya Pindola Bharavaja, Vanavasa, Tamra Bhadra, Nandi Mitra, dan Kanaka Vatsa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *