Tuesday, May 18

Varian Corona Baru, Pemerintah Perketat Kedatangan WNA

Jakarta: Kemunculan varian baru virus covid-19 muncul di Inggris dan telah menyebar ke beberapa negara, salah satunya Singapura.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berharap jika virus varian baru ini tidak masuk ke dalam Indonesia. Untuk itu, ia akan memperketat kedatangan para para pelaku turis dari Inggris, Eropa hingga Australia.

“Memperketat kedatangan pelaku perjalanan. Karena ditemukannya varian baru, maka berpotensi terdistribusi ke negara lain,” ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB seperti dikutip dari YouTube pada Jumat (25/12/2020).

Saat ini, pihaknya telah menyusun regulasi pelaku perjalanan dengan adenddum SE Nomor 3 tahun 2020 mengenai Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Surat tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga 8 Januari 2020, dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan situasi.

SE tersebut mengatur mengenai aturan ketentuan WNA dan WNI dari negara asing yang tiba di Indonesia.

WNA dari Inggris pun untuk sementara waktu tidak dapat memasuki Indonesia. WNA dari Eropa dan Australia harus menunjukkan hasil PCR yang berstatus negatif berlaku maksimal 2×24 jam sebelum tanggal jam keberangkatan.

Sebelumnya, Singapura mengumumkan 1 kasus virus corona varian Baru dengan strain baru pada seorang perempuan berusia 17 tahun. Kasus penemuan Covid-19 varian baru ini, diumumkan Kementerian Kesehatan Singapura, Rabu (23/12/2020).

Dilansir Channel News Asia, kasus virus corona B117 di Singapura tersebut, diberi nama kasus 58504. Pasien ini, sejak bulan Agustus lalu berada di Inggris untuk menimba ilmu dan kembali ke Singapura pada tanggal 6 Desember 2020.

Ia lalu mengalami demam pada 7 Desember dan terkonfirmasi positif Covid-19 sehari setelahnya. Ia juga telah masuk kedalam daftar impor kasus yang dilapokan pada 8 Desember lalu.

“Semua orang yang berkontak dekat dengannya telah dikarantina dan dinyatakan negatif COVID-19 pada masa karantina mereka berakhir. Karena ia telah diisolasi setibanya di Singapura, maka kami dapat memagari kasus ini supaya tidak ada penularan lebih lanjut yang timbul darinya,” ucap pihak Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan setempat juga menambahkan, hingga saat ini belum ada bukti varian baru virus corona yang beredar di masyarakat Singapura. Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional Singapura, saat ini juga sedang melakukan pengurutan genom virus corona baru untuk diteliti lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *