Friday, April 16

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.373,9 Triliun Per Februari

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 407,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp6.373,9 triliun (dengan kurs Rp15.641 per dolar AS) pada Februari. Posisi tersebut tumbuh 5,4% secara tahunan tapi utang tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 7,6%.

BI merinci, pada Rabu (15/4) di situs resminya, utang senilai 203,3 miliar dolar AS di antaranya berasal dari pemerintah dan bank sentral. Sementara itu, 204,2 miliar dolar AS berasal dari utang sektor swasta, termasuk BUMN.

BI menjelaskan, penurunan pertumbuhan utang luar negeri tersebut disebabkan oleh perlambatan ULN publik. BI mencatat ULN pemerintah tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Posisi ULN pemerintah sendiri, pada akhir Februari 2020 sebesar 200,6 miliar dolar AS atau tumbuh 5,1% secara year on year. Utang tersebut lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya, yang sebesar 9,5% secara year on year (YoY).

Penurunan ULN pemerintah tersebut akibat sentimen global tentang penyebaran virus corona meluas. Kondisi tersebut telah mendorong arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

BI menyatakan, untuk ULN swasta tumbuh stabil. Pada Februari 2020, ULN swasta tumbuh 5,9%. Pertumbuhan tersebut relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Pertumbuham utang iru dipengaruhi oleh perlambatan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan. Pada Februari 2020, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9% atau melambat dari 7,7% dibanding Januari 2020.(ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *