Ustaz Jeje: KAMI Tidak Ada Agenda Politik Kekuasaan

0
(0)

Jakarta – Anggota deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ustaz Jeje Zaenudin, menekankan bahwa KAMI adalah gerakan moral bukan gerakan makar. Ia juga menegaskan dalam KAMI tidak ada agenda politik kekuasaan.

“Kalaupun ada implikasi politik, ya itu suatu yang wajar dan tidak bisa dihindari. Karena yang disoroti dan dikritisi oleh KAMI memang isu-isu yang dikategorikan oleh KAMI sebagai kemunkaran terstruktur sebagai produk dari kebijakan-kebijakan pemegang kekuasaan politik yang menyalahi konstitusi,” kata Ustaz Jeje dalam keterangan yang diterima, Jumat (21/8).

“Tapi gerakan KAMI, yang saya yakini, berkomitmen berada dalam koridor konstitusi dan kaidah-kaidah agama,” lanjutnya.

Ustaz Jeje mengatakan, secara konstitusional, KAMI mengepresikan hak warga negara untuk berserikat dan berkumpul menyatakan aspirasinya, menyampaikan koreksi dan kritik untuk adanya perbaikan sikap dan kebijakan pemegang otoritas politik yang selama ini sudah banyak gejala dan fakta penyimpangannya yang dipaparkan para ahli. Tentu saja dengan cara yang benar, bukan dengan hoax atau fitnah.

“KAMI yakin bahwa para penguasa yang sah secara konstitusional harus diterima dan dihormati sebagai hasil proses demokrasi pilihan rakyat, tidak peduli apakah ada diantara mereka yang memperoleh kekuasaan politik itu dengan cara yang benar dan jujur atau dengan cara suap-menyuap dan kecurangan, itu tanggung jawab mereka dihadapan Tuhan dan rakyat mereka. Kalau kemudian banyak rakyat yang kecewa karena merasa kecele lalu mau menggugat mereka dan menarik mandat dari mereka, itu juga terserah rakyat yang memilihnya, bukan kepentingan dan bukan urusan KAMI, itu dari koridor konstitusi,” jelasnya.

Dari koridor Agama, KAMI berlandas perintah agama yang mewajibkan taat pada pemimpin dan mendukung segala programnya yang baik dan benar, tetapi wajib menolak dan menasihatinya jika ada perintah dan kebijakannya yang tidak benar. Menurut dia, inilah konsep amar makruf dan nahyi munkar dalam berbangsa dan bernegara.

“Taat patuh dan mendukung program yang baik dan benar, mengingkari kebijakan yang salah. Mengingkari kebijakan yang salah itu bisa dengan tangan jika mampu, jika tidak mampu maka dengan lisan, jika tidak juga, ya ingkari dengan hati,” katanya.

Para alim ulama dan cerdik pandai itu tentu wajib dengan lisan, karena mereka punya tanggungjawab dan kemampuan lebih dari orang awam. Bahkan dalam ajaran Islam itu diajarkan bahwa, “Seutama-utama berjihad itu menyampaikan pesan kebenaran kepada penguasa yang menyimpang”.

“Dua norma dasar ini yang saya pedomani pada gerakan KAMI. Bukan untuk gaya-gayaan apalagi makar, tapi justru wujud kecintaan kepada NKRI,” ujarnya.(EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Harga Vaksin Covid-19 Buatan China 14 Kali Lipat Lebih Mahal Dibanding Buatan Rusia

Fri Aug 21 , 2020
0 (0) Jakarta – Liu Jingzhen, Presiden China National Pharmaceutical Corporation (Sinopharm), di Shanghai mengatakan bahwa harga jual untuk paket 2 dosis vaksin Covid-19 adalah sekitar 1.000 yuan (lebih) atau sekitar Rp 3,3 juta. Vaksin itu akan tersedia untuk dijual mulai Desember, lansir Guangming Daily, dikutip(20/8). Tidak jelas apakah yang […]