by

Upaya Pencegahan Omicron, Ini Masker Tidak Boleh Di Pakai

Hariannasional.com, jakarta – Baru baru ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia.

Satu kasus ditemukan pada pekerja kebersihan RS Wisma Atlet dan lima kasus lainnya yang masih probable.

Walau pemerintah sendiri belum bisa menjelaskan darimana petugas kebersihan Wisma Atlit tersebut tertular virus Corona varian Omicron

Sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran varian Omicron di Indonesia, masyarakat tetap harus waspada dan mematuhi protokol kesehatan khususnya dalam penggunaan masker.

Dari sumber informasi yang didapat, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, menyarankan masker yang masih efektif menangkal virus Corona.

Jenis masker seperti N95 yang harus digunakan para petugas medis dan masker double (masker bedah ditambah masker kain) untuk penggunaan sehari-hari.

Lantas, apa saja jenis masker yang tidak dianjurkan sebagai upaya pencegahan terinfeksi varian Omicron?

Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (16/12/2021), berikut penjelasannya:

– Masker Katup

Ahli pernapasan dari RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K) mengatakan masker katup malah berbahaya jika digunakan.

“Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau pemakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan,” ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), dikutip dari detikcom, Sabtu (27/11/2021).

– Masker Kain Tidak Berjenis Katun

Beberapa waktu lalu, dokter spesialis paru RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, mengimbau agar masyarakat tidak memakai masker kain dengan jenis bahan di luar katun. Kriteria masker katun yang aman dipakai sehari-hari memiliki tiga lapis berbahan katun, karena mempunyai pori-pori yang rapat.

Di sisi lain, dr Diah menjelaskan masker kain yang menggunakan bahan lain umumnya tak memiliki pori-pori serapat katun.

“Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga,” tuturnya.

– Masker Buff

University of Duke melakukan analisis seberapa efektif 14 jenis masker melindungi diri dari paparan COVID-19. Studi mereka menunjukkan masker buff yang kerap dipakai pengendara motor adalah jenis masker yang paling tak efektif, lantaran tak bisa menahan droplet ketika berbicara.

“Kami menghubungkan ini dengan…tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil,” kata dr Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari CNBC.

Para ahli menyebut memakai masker buff bisa lebih berisiko tinggi menularkan COVID-19 karena lebih banyak droplet yang tak tersaring. Bahkan, bahan masker buff disebut dapat memecah droplet menjadi partikel lebih kecil.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *