Upaya Memutus Mata Rantai, Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri Wajib Diawasi

0
(0)

Bogor – Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah agar diawasi secara ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, tidak aka menjadi sumber penularan baru.

“Pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri harus benar-benar diawasi. Harus diam di rumah. Kalau mereka butuh bantuan, diberi bantuan,” kata Tri saat bertemu Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim di Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8).

Menurut Tri, khusus di Kota Bogor, pada Senin (3/8), ada 46 pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Sementara, 40 pasien positif lain menjalani isolasi mandiri.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu menambahkan, selain pengawasan, GTPP Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Bogor juga penting memberikan pemahaman terhadap pasien positif. Khususnys terkait isolasi mandiri di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tri yang mencermati data penyebaran virus corona di Kota Bogor pada 10 Maret hingga 3 Agustus 2020, mengaku kaget karena penularan Covid-19 dari luar kota sangat tinggi dibandingkan faktor penularan lain. Penularan Covid-19 dari luar kota ada sebanyak 111 kasus.

“Dari data klaster luar kota, ternyata warga Kota Bogor yang keluar kota menggunakan kendaraan pribadi dan tertular Covid-19 ada 80 persen. Jadi, harus dievaluasi lagi, sebetulnya penularannya di mana,” ungkapnya.

Tri menyarankan, jika Pemkot Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB), maka pasien positif Covid-19 yang saat ini ada 86 kasus, baik yang diisolasi mandiri di rumah maupun diisolasi di rumah sakit, harus diawasi dengan baik.

Sementara, Dedie A Rachim mengatakan Pemkot Bogor telah melakukan berbagai upaya secara intensif dan sistematis untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Namun, pergerakan warga Kota Bogor, termasuk aktivitas ke luar kota tidak bisa dibatasi sepenuhnya.

Salah satu upaya pencegahannya, kata dia, Pemkot Bogor terus melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan dan penggunaan masker secara intensif. “Banyak warga Kota Bogor yang bekerja di Jakarta, sehingga harus pergi ke Jakarta dan pulang kembali ke Bogor setiap hari,” kata Dedie. (ASF/ANT)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ini Janji Iwan Bule Soal Pendidikan Para Pemain Timnas Senior dan U-19 Indonesia

Fri Aug 7 , 2020
0 (0) Jakarta – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya berjanji membantu pemain tim nasional yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Jakarta. Iriawan menyampaikan hal tersebut ketika bertemu para pemain timnas senior dan U-19. “Kami akan membantu pemain yang ingin kuliah, meneruskan pendidikan tinggi di Jakarta sembari terus aktif […]