Upacara HUT RI di Balai Kota Jakarta Dibatasi Hanya 100 Orang

0
(0)

Jakarta – Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2020 di Balai Kota Jakarta dibatasi hanya untuk 100 peserta karena masih merebaknya pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

“Betul ada upacara di Balai Kota, terbatas, maksimal sekitar 100 orang,” kata Kepala Biro Kepala Daerah (KDH) dan Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Pemprov DKI Jakarta Muhammad Mawardi dalam pesan singkatnya di Jakarta, Minggu malam.

Mawardi mengatakan nantinya pelaksanaan upacara mengenakan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, memeriksa suhu, mencuci tangan dan lainnya.

Sekitar 100 orang itu terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) eselon 2 ke atas dan para perwakilan dari dinas-dinas di lingkungan DKI Jakarta.

“Yang hadir para eselon II, I dan perwakilan ASN dari Dishub, BPBD, SATPOL PP, Dinas Gulkarlamat. Masing-masing lima orang,” katanya.

Mawardi mengatakan pemerintahan di tingkat kota administratif dan kecamatan juga mengadakan upacara. “Selain itu ada upacara tingkat kota dan kecamatan,” tuturnya.

DKI Jakarta akan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di berbagai wilayah sebagai pengganti upacara kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2020.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan pada waktu tersebut, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan seluruh warga Jakarta agar berdiri tegap dan menghentikan aktivitas sejenak pada 17 Agustus 2020 pukul 10.17 sampai pukul 10.20 WIB, saat pengumandangan lagu Indonesia Raya.

“HUT RI tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena berlangsung di tengah pandemi, kami arahkan semua warga agar berdiri tegap selama tiga menit pada pukul 10.17 sampai dengan 10.20 WIB, dan menghentikan aktivitasnya sejenak pada saat pengumandangan lagu Indonesia Raya,” ujar Sekda DKI Jakarta Saefullah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8).

MlDKI masih memperbolehkan upacara dengan jumlah terbatas dan penerapan protokol kesehatan dan juga kegiatan menghias kampung, rumah maupun kantor. Terkecuali perlombaan-perlombaan khas 17 Agustusan.

“Karena, lomba-lomba inilah yang menyebabkan kerumunan tanpa terkendali, sementara upacara relatif bisa dikendalikan karena jarak antar berdirinya bisa diatur hingga tata caranya,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis (13/8).(EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Empat Bangunan di Pondok Kopi Terbakar

Mon Aug 17 , 2020
0 (0) Jakarta – Sebanyak empat bangunan tempat usaha di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, terbakar, Ahad malam. “Yang terbakar warung kelontong, warteg, toko mebel dan ruko,” kata Kasi Operasional Damkar Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, di Jakarta, Ahad. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pukul 17.26 WIB di Jalan Rawa […]