by

untuk Kebersihan Danau Toba, hadirkan Bank Sampah

Jakarta: Demi kebersihan wilayah Danau Toba, Pemerintah Kabupaten Toba memulai aksinya dengan mengelolah sampah. Salah satunya dengan membuat tempat pengelolahan sampah terpadu yang diberi nama Bank Sampah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Toba, Poltak Sitorus kepada RRI dalam Dialog Interaktif di Medan, Sabtu (3/12/2022). Ia mengatakan, sebuah wisata itu bukan hanya dilihat dari keindahannya tetapi juga kebersihannya.

“Jadi apa yang kita lakukan sekarang ini, supaya sampah benar-benar Zero Waste,” kata Poltak. Ia juga mengatakan sebanyak 60 bank sampah telah disediakan dan tersebar di perkotaan dan pedesaan.

Nantinya, kata dia, olahan sampah yang didapatkan antar rumah akan dibuatkan pupuk nonorganik. Nantinya, pupuk tersebut akan dijual.

“Dipilah sampah organik dan non organik lalu diolah menjadi pupuk. Dan hasil dari pupuk nonorganik akan dijual,” katanya kembali.

Tidak hanya itu, Pemkab Toba juga telah menerapkan “Kamis bersih”. Di mana masyarakat akan gotong royong untuk membersihkan semua desa, kota, dan pelabuhan setiap hari Kamis.

Selain itu, gotong royong juga dilakukan untuk membersihkan tanaman eceng gondok yang nantinya akan diolah juga menjadi pupuk. Ia mengatakan kerjasama ini melibatkan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves).

“Supaya kelihatan banyak eceng gondok di mana-mana. Ini butuh kerjasama dengan masyarakat kalau hanya pemerintah saja bekerja, tidak bisa itu tercapai,” kata Poktak, menjelaskan.

Meskipun belum maksimal, ia mengatakan Pemkab akan terus mendorong masyarakat setiap desa untuk teladan. Dirinya berharap masyarakat bisa terus bekerjasama dalam menjaga kebersihan demi Danau Toba yang bersih.

“Kita jelaskan kepada mereka untuk melihat budaya Batak, harus bersih hati, selalu bersih badan. Juga selalu bersih rumah dan bersih halaman kita,” katanya.