umlah Tersangka 9 Bukan 11, Polisi Merevisi Jumlah Pelaku Pembunuhan Vina

Bandung – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditrreskrimum) Polda Jawa atau menyebut bahwa jumlah tersangka dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon sebanyak sembilan orang.

Semula polisi menyatakan jumlah tersangka ada 11 orang, delapan sudah ditangkap dan tiga dalam pengejaran.

Satu tersangka DPO atas nama Pegi Setiawan alias Perong sudah tertangkap, artinya masih ada dua DPO lagi.

Direktur Direktorat Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengatakan, tersangka yang masih masuk DPO hanya tersisa Pegi Setiawan. Sementara dua orang lainnya, yaitu Dani dan Andi, merupakan keterangan palsu dari para pelaku.

Surawan menuturkan, para pelaku memberikan keterangan yang berbeda-beda terhadap penyidik.
Oleh karenanya, polisi memastikan bahwa Pegi alias Perong merupakan pelaku terakhir yang masuk dalam DPO.

“Jadi perlu saya tegaskan di sini bahwa tersangka semua bukan 11 tapi 9, setelah kami melakukan penyidikan lebih mendalam ternyata dua nama yang disebutkan selama ini itu hanya asal sebut, tidak ada tersangka lain,” kata Surawan di Mapolda Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (26/5).

Pada saat dilakukan pemeriksaan ulang terhadap para pelaku, kata Surawan, keterangan yang diterima penyidik berbeda-beda.

Oleh karenanya, pihaknya melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari para saksi.

“Jadi ketakutan dari mereka saja tidak berani menerangkan PS ini orangnya, hanya mempersulit kami untuk melakukan pelacakan. Bahwa lima keterangan berbeda dari tersangka, itu ada yang menerangkan tiga, adalagi yang menerangkan tiga dengan nama berbeda, ada yang menerangkan lima, ada yang menerangkan satu,” terangnya.

Di samping itu, ia mengatakan, Pegi alias Perong dipastikan merupakan otak dari peristiwa pembunuhan Vina dan Rizky alias Eky di Cirebon 2016 lalu.

Pengejaran dan penganiayaan terhadap kedua korban oleh para tersangka merupakan perintah dari Pegi alias Perong.

“Ketika mereka kumpul sesama geng motor mereka di Moonraker, ada geng XTC yang lewat di jalan itu mereka lempari dengan batu, itu yang terjadi. Nah pada saat kejadian PS mengajak yang lain untuk mengejar korban yang dia sampaikan ‘saya ada masalah dengan itu, kejar’. Kemudian mereka mengejar kedua korban,” terangnya.

Bahkan, lanjut Surawan, Pegi merupakan orang pertama yang melakukan persetubuhan terhadap Vina.

Kemudian pelaku lainnya mengikuti Pegi untuk melakukan hal yang sama terhadap korban.

“Jadi menurut keterangan salah satu pelaku juga, bahwa yang melakukan persetubuhan terhadap Vina yang masih di bawah umur pada saat itu, dalam kondisi pingsan yang melakukan persetubuhan pertama adalah PS. Kemudian diikuti oleh tersangka lainnya kecuali yang di bawah umur tidak ikut melakukan persetubuhan,” terangnya.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *