Ujian Sekolah Bisa dijadikan Dasar Kelulusan Siswa

0
(0)

Jakarta – Ujian sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan
siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum
terbitnya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Dalam SE tersebut, disebutkan bahwa ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan
prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau
bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Sekolah yang telah melaksanakan ujian sekolah dapat menggunakan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Kelulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) termasuk sekolah-sekolah lain semuanya menggunakan ujian sekolah.

“Jadi, ujian sekolah yang sudah digunakan oleh sekolah, itu bisa dijadikan dasar kelulusan termasuk nilai rapor, praktik kerja lapangan,
portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai
tambahan nilai kelulusan,” ujar Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen), Hamid Muhammad, Kamis (30/4).

Bagi sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah untuk jenjang sekolah dasar (SD) kelulusan ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir, yakni kelas 4, kelas 5 dan kelas 6. Untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir.

“Nilai semester genap kelas 6 digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Sedangkan, nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan,” terangnya.

Dengan dibatalkannya ujian nasional (UN) Tahun 2O2O maka keikutsertaan UN tidak
menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang Iebih tinggi, sehingga proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C akan
ditentukan kemudian.

“Karena UN sudah dibatalkan maka otomatis semuanya kita serahkan sekolah. Sehingga kelulusan siswa ditentukan berdasarkan nilai-nilai yang ada di sekolah,” tuturnya.

Sementara ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam
bentuk portofolio, nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya,
penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh,” jelasnya.(EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pak Jokowi, Masyarakat Butuh Isi Sembako Bukan Pembungkusnya

Fri May 1 , 2020
0 (0) Jakarta – Terlambatnya distribusi bantuan sosial dari pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) ke masyarakat akibat menunggu tas pembungkus berwarna merah putih bertuliskan ‘Bantuan Presiden RI Bersama Lawan Covid-19’ membuat polemik baru di tengah pandemi Covid-19. Padahal menurut anggota DPR dari Fraksi PDIP, Selly Andriyana Gantina, jangan sampai tugas […]