by

Uang Bansos BBM 1 Juta Sebulan, Jika Jokowi Serius Mau Kurangi Beban Rakyat

Jakarta – Peneliti Center of Food, Energi, and Sustainable Development Indef, Dhenny Yuartha Junifta, mengatakan potensi inflasi tertinggi pada 2022 sebesar 8,79 persen.

Kemudian, setiap kenaikan harga BBM senilai 1 persen, Indeks Harga Konsumen juga meroket 0,12 persen.

Upah riil buruh juga tidak sejalan dengan kenaikan inflasi, sedangkan besaran uang bansos BBM hanya cuman Rp150.000 perbulan.

Jika mau serius kurangi beban rakyat, harusnya BLT untuk 20,65 juta KPM dan subsidi upah untuk 16 juta pekerja, nominal Rp1 juta sebulan per penerima.

“Semakin tinggi inflasi konsumsi rumah tangga nasional akan berkurang. Ini akan berdampak terhadap tingkat kemiskinan berpotensi naik,” kata Dhenny dalam diskusi daring Indef di Jakarta.

Diketahui, berdasarkan hasil rapat terbatas beberapa waktu lalu, pemerintah sepakat menambah dana bansos berupa BLT BBM mencapai Rp 24,17 triliun. Sebesar Rp 12,4 triliun akan diberikan untuk BLT.

Baca juga :Bukannya Pikirin Rakyat, Airlangga Sibuk Koalisi Capres, KNPI: Sudah Layak Menko Perekonomian Dicopot
Selain pemberian BLT, pemerintah juga akan memberikan bansos bagi 16 juta pekerja yang memiliki gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan. Nilai bantuannya sebesar Rp600 ribu.

Lalu bantuan dari pemerintah daerah dengan menggunakan dua persen dari dana transfer umum, yaitu Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil, senilai Rp2,17 triliun. Bantuan tersebut untuk membantu sektor transportasi, seperti angkutan umum, ojek, nelayan, dan bantuan tambahan perlindungan sosial.(koma)