Friday, May 7

Turunnya Harga Minyak Dunia, DPR: BBM Dijual Rp5.000 Saja Sudah Untung

Jakarta – Pemerintah sampai saat ini belum menyikapi harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah anjloknya harga minyak dunia. Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus, meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah harus menurunkan harga BBM dengan harga murah agar masyarakat kelas bawah memiliki akses untuk mendapatkan BBM premium dan solar. Penurunan harga BBM nonsubsidi, seperti pertalite dan pertamax, juga harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat saat ini.

Apabila memakai parameter dengan krus dollar Amerika Serikat (AS) Rp16.000 dan harga minyak 33 dollar AS per barrel, maka harga minyak mentah setara Rp3.500, ditambah biaya pengelolaan, transportasi, dan PPN, maka bisa menjadi Rp4.500. Jika ditambah keuntungan Pertamina 10 persen, maka menjadi Rp5000.

“Mungkin harga yang pantas untuk dijual ke masyarakat dipatok di angka Rp5.000. Dengan anjloknya harga minyak dunia seharusnya juga bisa dirasakan dan dinikmati rakyat Indonesia dan ini akan membantu ekonomi masyarakat, di tengah melambatnya ekonomi akibat wabah Covid-19,” kata Guspardi di Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut dia, kebijakan menurunkan harga BBM saat ini sudah sangat mendesak. Pemerintah harus menyikapi nilai jual BBM itu kepada masyarakat, agar tidak ada kesan negara mengeksploitasi rakyatnya dengan memberikan harga tinggi dari nilai keekonomian.

“Saat ini adalah momentum yang tepat bagi pemerintah untuk mengambil langkah penurunan harga BBM. Di samping karena harga minya dunia turun tajam, juga akibat dampak pandemi Covid-19 yang berimbas kepada melemahnya ekonomi,” kata Guspardi.(ii)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *