by

Tuntut Kenaikan Upah Minimum 13.5 Persen

Tangerang: Aliansi Buruh Banten Bersatu menuntut agar Pemerintah Kota Tangerang merekomendasikan kenaikan upah minimum kota (UMK) sebesar 13,5 persen.

Tuntutan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Pusat Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang di jalan Ksatria Sudirman, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (28/11/2021).

“Hari ini Aliansi Buruh Banten Bersatu serentak di delapan wilayah kota dan kabupaten, kita turun aksi depan kantor walikota dan bupati,” ungkap Dedi Sudrajat, koordinator akdo buruh kepada RRI.co.id.

Tujuannya, sambung Dedi, menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dalam hal ini walikota dan bupati, untuk rekomendasi UMK se Banten sebesar 13.5 persen.

“Itu sesuai dengan survei di pasar tradisional dengan mekanisme UU No 12/2003,” tukasnya.

Dia menegaskan, masih ada waktu hampir satu mminggu karena UMK akan ditetapkan pada 30 November 2021. “Jadi harapan kita dalam waktu seminggu di efektifkan oleh pemerintah tingkat dua untuk rekomendasi supaya tuntutan kita diterima,” harapnya.

“Namun, apabila tidak direkomendasikan maka kita akan mogok daerah di Banten,” sambung Dedi.

Sejatinya, UMK di Kota Tangerang saat ini mencapai Rp4.2 juta

Pantauan RRI.co.id, sebelum sampai di Puspemkot Tangerang, para buruh melamukan konvoi menggunakan satu unit mobil komando dan ratusan kendaraan roda dua.

Setelah tiba, tidak hanya menggelar orasi, para buruh juga mengibarkan bendera serta membawa pamflet-pamflet yang berisi penolakan sikap pengusaha katena telah memberikan upah murah kepada para buruh.

Aksi unjuk rasa ini dijaga ketat oleh ratusan polisi dari Polres Metro Tangerang Kota dengan menerjunkan tiga mobil Barakuda yang dibantu oleh Satpol PP serta Dinas Perhubungan Kota Tangerang. (imr)

.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *