Tunrunkan Angka Kemiskinan, Pemprov Jatim Gandeng 7 Universitas

0
(0)

Surabaya : Angka kemiskinan di Jawa Timur masih cukup tinggi. Hal itu sampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dan kemiskinan di pedesaan, lebih tinggi dibandingkan dengan angka kemiskinan di perkotaan.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajak Perguruan Tinggi, guna menurunkan angka kemiskinan, melalui program kerjasama pendidikan, pelatihan, dan pengabdian meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Harapannya, kan gini ada daerah-daerah yang besarnya nomor 1, 2, 3, 4 kemiskinan 4 terbesar ini kayaknya karena kultur, kita butuh quick research (penelitian cepat, red),” ujarnya, Jumat (21/2/2020).

7 Perguruan Tinggi atau Universitas yang melakukan kerjasama untuk peningkatan kualitas SDM di pedesaan, antara lain, Universitas Surabaya, Universitas 17 Agustus, Universitas Bhayangkara, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Narotama, Universitas Ciputra, Universitas Kristen Petra.

“Kenapa harus quick research, supaya intervensinya bisa cepat, tapi harus ada research yang bisa lebih melakukan pendalaman pendalaman, sehingga intervensinya bisa lebih signifikan,” imbuhnya.

Sedangkan 4 daerah yang memiliki angka kemiskinan tertinggi adalah wilayah Madura Raya, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

“Nah kehadiran Perguruan Tinggi menjadi penting untuk membantu quick research di masing-masing daerah, terutama 4 Kabupaten yang kemiskinannya secara kuantitatif masih tertinggi dan secara prosentasi juga,” tabdasnya

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *