by

Tinjau Wisma Atlet, Moeldoko Pastikan BOR Menurun

Jakarta: Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2021).

Moeldoko memastikan ketersedian tempat tidur (BOR) di RSD Wisma Atlet sudah menurun.

“Saya tadi sudah mendapatkan laporan dari petugas yang ada di sini, indikasi yang cukup menggembirakan, saya mendengarkan hunian atau BOR di Wisma Atlet itu sudah 25 persen,” kata Moeldoko di Wisma Atlet, Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Moeldoko menyebut keterisian BOR di RSD Wisma Atlet melambung tinggi pada akhir bulan lalu. Dia menilai penurunan keterisian BOR saat ini menunjukkan covid-19 berhasil dikendalikan di Jakarta.

“Kalau kita paparannya pada 30 Juni, itu pada posisi yang sangat puncak yang isinya hampir 90 persen. Tapi, alhamdulillah saat ini telah mengalami penurunan signifikan,” ujar Moeldoko.

Ia menginginkan rumah sakit lain mencontoh RSD Wisma Atlet dalam menangani pasien Covid-19. Dia meyakini pandemi bisa diatasi dengan baik jika semua rumah sakit mengikuti cara RSD Wisma Atlet.

“Wisma Atlet ini bisa mencari sebuah contoh PPKM bisa menurunkan angka bor yang menjadi salah satu indikator penentuan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat),” ungkap Moeldoko.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Operasional Rumah Sakit Darurat Covid-19, Kolonel CKM dr Stefanus Dony,mengatakan jumlah pasien yang menjalani perawatan di RSDC Wisma Atlet terus menurun dibandingkan awal Juli lalu.

Menurutnya, kondisi ini membuat keterpakaian tempat tidur atau BOR (bed occupancy rate) di kisaran 25,36 persen.

“Jadi mulai menurun sejak satu bulan ini, mulai awal Juli,” kata Kolonel CKM dr Stefanus Dony.

Stefanus mengatakan, di bulan Juli lalu, jumlah pasien yang masuk mencapai 688 orang dalam sehari. Sedangkan dalam tiga terakhir ini sudah turun sampai kisaran 140, 120, dan 121 pasien per hari.

“Ini terlihat di sini, grafik di sini, pada puncaknya memang 30 Juni, 7.167 pasien. Kalau kenaikan dimulai dari saat Lebaran, itu kelihatan grafik memuncak sampai paling tinggi di 30 Juni. Kemudian secara bertahap turun hingga saat ini 6 Agustus menjadi 2002,” ujarnya.

Adapun jumlah pasien dirawat 6 Agustus 2021, mencapai 2.002 orang. Terdiri dari 988 pasien pria dan 1.014 wanita yang pada sebelumnya mencapai 2.103 pasien dan berkurang sebanyak 101 orang.

Kemudian, dari 2.002 pasien yang jalani perawatan terdapat 1.356 pasien bergejala ringan, 25 pasien gejala sedang, dan gejala berat sebanyak 27 pasien. Sedangkan ada 320 pasien dengan komorbid, tanpa gejala 249 pasien, serta tanpa gejala dengan komorbid ada 25 pasien.

“Seperti kita lihat, untuk mengefisienkan SDM sehingga tower 4 yang tadinya terisi kita kosongkan untuk mengganti tower yang ada, tower 5, 6, dan 7, sehingga efisien sumber daya manusia yang kita gunakan,” jelasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *