by

Tilang Sepeda Tak Perlu Tunggu PERGUB

Jakarta: Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyatakan, penindakan aturan tilang bagi para pesepeda keluar dari jalur khususnya, tidak perlu menunggu peraturan gubernur (Pergub).

“Kalau tilang tidak perlu masuk (pergub), karena tilang kan sudah ada di Undang-Undang Lalu Lintas yang sifatnya lebih tinggi daripada peraturan gubernur,” kata Sambodo di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Sambodo menjelaskan, peraturan tilang kepada kendaraan tidak bermotor atau sepeda termaktub dalam Pasal 299 Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Saat ini, kata Sambodo, pihaknya masih membahas standar prosedur terkait pengenaan tilang tersebut.

Jika nantinya diterapkan, Polda Metro Jaya akan menjadi Polda pertama di Indonesia yang menerapkan tilang kepada pengguna pesepeda.

“Mungkin untuk pertama kali di Indonesia, nih. Melaksanakan penindakan terhadap kendaraan tidak bermotor khususnya sepeda. Nah tentu SOP-nya apakah yang disita nanti sepedanya, apakah yang disita nanti KTP-nya atau cukup sidang di tempat atau bagaimana,” ujarnya.

Sambodo juga menjelaskan, seluruh pihak terlibat dalam “Crime Justice System” (CJS) harus dilibatkan dalam penyusunan SOP tilang sepeda ini.

Sebab, kata dia, supaya tidak ada perbedaan persepsi dalam penerapannya di lapangan.

“ini opsi-opsi yang harus dibicarakan dengan instansi terkait, kejaksaan, pengadilan supaya nanti punya satu persepsi di lapangan,” kata Sambodo.

Pasal 299 UU LLAJ berbunyi: Setiap orang yang mengendarai kendaraan tidak bermotor yang dengan sengaja berpegang pada kendaraan bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, dan/atau menggunakan jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, huruf b, atau huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100 ribu.

Isi Pasal 122 UU LLAJ

Pengendara Kendaraan Tidak Bermotor dilarang:

a. dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh Kendaraan Bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan;

b. mengangkut atau menarik benda yang dapat merintangi atau membahayakan Pengguna Jalan lain; dan/atau

c. menggunakan jalur jalan Kendaraan Bermotor jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi Kendaraan Tidak Bermotor.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *