Tidak Akur dengan Gus Dur dan SBY, TKN Nilai Megawati Tak Dewasa dalam Berpolitik

Jakarta – Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Silfester Matutina, menilai Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tidak memiliki kedewasaan dalam berpolitik.

Megawati, menurut dia, berbeda dengan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang bersikap dewasa dalam menerima masukan dari pemimpin-pemimpin negara sebelumnya.

“Saya lihat kalau dari Pak Prabowo dan Gibran akan bersikap sangat dewasa ya dan memang butuh masukan dari pemimpin-pemimpin sebelumnya,” ucap Silfester dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (23/5/2024).

Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran: Hubungan Pak Jokowi dan Bu Mega Susah Diperbaiki Sejak Gibran Masuk Gelanggang
“Tapi kita kembali lagi, kita garis bawahi bahwa sikap itu (kedewasaan dalam berpolitik) tidak dipunyai oleh Ibu Megawati ya, yang ini memang, ya memang begitulah Ibu Mega.”

Menurut Silfester, ketidakdewasaan Megawati dalam berpolitik tidak hanya terlihat dari hubungannya saat ini dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia mengatakan Megawati juga mempunyai hubungan yang tidak akur dengan Presiden RI sebelumnya yaitu KH Abdurachman Wahid atau Gus Dur dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Sikap Mega ini sudah ditunjukkan berapa kali gitu loh. Bagaimana beliau dengan Gus Dur ya kan, yang dalam masa akhir pemerintah itu tidak akur, bahkan Gus Dur digulingkan karena apa itu dan oleh siapa, termasuk Pak SBY ya,” ujar Silfester.

“Jadi sikap ini kalau Pak Jokowinya sendiri kan sudah selesai, setelah 20 Oktober, Pak Jokowi selesai. Beliau akan meninggalkan hiruk pikuk dunia politik tapi beliau juga akan memberikan masukan kepada sepanjang diminta oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran.”

Hubungan Megawati dan Jokowi kembali menjadi sorotan usai Jokowi tidak diundang untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP.

Menanggapi hal ini, politikus PDIP Chico Hakim menilai persoalan Jokowi tidak diundang ke Rakernas PDIP tidak perlu dibesar-besarkan.

“Memang begitu (PDIP tidak mengundang Jokowi ke Rakernas) dan saya rasa ini bukan suatu hal yang harus dibesar-besarkan dalam pemerintahan di era reformasi,” ucap Chico dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis.

Sebab, kata dia, dalam sejarah politik Indonesia, beberapa partai politik selain PDIP juga tidak mengundang presiden dalam kegiatan-kegiatan mereka.

“Banyak sekali kegiatan-kegiatan partai politik yang tidak mengundang presiden yang sedang menjabat,” ucap Chico.

Namun, dia mengakui saat ini memang hubungan antara PDIP dan Presiden Jokowi memang bermasalah.

“Jadi saya rasa let’s move on. Bahwa memang ada hubungan cukup bermasalah di antara PDI Perjuangan dan Presiden Joko Widodo dan saya rasa sudah anggap aja itu suatu hal yang biasa dalam dinamika politik, dinamika hubungan-hubungan antartokoh-tokoh politik di negeri ini,” ujar Chico.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *