by

Tetapkan Status KLB Campak, Kemenkes Catat 12 Provinsi

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan 53 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang tersebar di 12 provinsi. Adapun 55 kejadian KLB itu terjadi di 34 kabupaten/kota di Indonesia.

Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P Kemenkes Prima Yosephine mengatakan, KLB ditetapkan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat. Diketahui, suatu daerah dinyatakan KLB jika terdapat minimal 2 kasus campak yang sudah terkonfirmasi.

Baik itu melalui pemeriksaan laboratorium maupun yang memiliki kaitan epidemiologi. “(Status) KLB datangnya dari Pemda. Kemenkes tidak mengeluarkan pernyataan KLB, kecuali sifatnya KLB nasional,” kata Prima dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/1/2023).

Prima mengungkapkan, banyaknya kasus campak yang terjadi di Tanah Air tidak terlepas karena pandemi Covid-19. Menurutnya, saat pandemi Covid-19 orang tua cenderung takut membawa anak-anaknya ke luar rumah apalagi membawanya ke fasilitas kesehatan.

Hal itu berdampak pada menurunnya tingkat imunisasi di sejumlah daerah, bahkan target realisasi imunisasi turun signifikan. Adapun jumlah kasus campak pada tahun 2022 sebanyak 132 kasus, sementara sepanjangn tahun 2022 kasusnya naik sebanyak 3.341.

Adapun sebaran status KLB yang dihimpun Kementerian Kesehatan sebagai berikut:

1. Provinsi Aceh

Kabupaten Bireun

2. Sumatera Utara

Kabupaten Tapanuli Tengah (3 kasus)

Kota Sibolga (6 kasus)

Kota Medan (KLB ke-1, 3 kasus)

Kota Medan (KLB ke-2, 5 kasus)

Kota Medan (KLB ke-3, 2 kasus)

Kota Medan (KLB ke-4, 2 kasus)

Kabupaten Batu Barat (2 kasus)

Kabupaten Sedang Bedagai (2 kasus)

3. Sumatera Barat

Kabupaten Tanah Datar (2 kasus campak)

Kabupaten Agam (3 kasus campak)

Kota Bukittinggi (11 kasus campak)

Kota Pariaman (KLB ke-1, 2 kasus campak)

Kota Pariaman (KLB ke-2, 3 kasus campak)

Kabupaten Pasaman Barat (7 kasus)

Kabupaten Solok (2 kasus)

Kota Padang (4 kasus)

Kabupaten Agam (KLB ke-2, 3 kasus campak)

Kabupaten Agam (KLB ke-3, 3 campak)

Kabupaten Agam (KLB ke-4, 7 kasus campak)

Kota Padang (KLB ke-2, 2 kasus campak)

Kota Padang (KLB ke-3, 2 kasus campak)

Kota Padang (KLB ke-4, 2 kasus campak)

Kota Padang (KLB ke-5, 2 kasus campak)

Kota Padang (KLB ke-6, 2 kasus campak)

Kota Padang (KLB ke-7, 2 kasus campak)

Padang Pariaman (2 kasus)

Solok (KLB ke-2, 2 kasus)

Kota Sawah lunto (3 kasus)

Kota Padang (KLB ke-8, 2 kasus )

Kota Padang Panjang (KLB ke-1, 2 kasus)

Kota Padang Panjang (KLB ke-2, 2 kasus)

4. Provinsi Jambi

Kabupaten Bungo (5 kasus)

Kabupaten Tanjung Jabung Barat (5 kasus)

5. Provinsi Riau

Kota Pekanbaru (5 campak)

Kota Dumai (KLB ke-1, 2 campak)

Kota Dumai (KLB ke-2, 2 campak)

6. Provinsi Banten

Kabupaten Lebak (3 kasus)

Kabupaten Serang (3 kasus)

Kota Serang (3 kasus)

Pandeglang (KLB ke-1, 8 kasus)

Pandeglang (KLB ke-2, 10 kasus)

Pandeglang (KLB ke-3, 2 kasus)

Serang (KLB ke-2)

Serang (KLB ke-3)

7. Provinsi Jawa Barat

Bogor (6 kasus)

Bandung Barat (2 kasus)

Bekasi

8. Provinsi Jawa Tengah

Sukoharjo

Boyolali

9. Provinsi Jawa Timur

KLB Mix (campak-rubella)

Kota Batu

KLB Campak

Sampang

Pamekasan

Bangkalan

Sumenep

10. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sumba Timur (2 kasus)

11. Provinsi Kalimantan Utara

Kabupaten Nunukan

12. Provinsi Papua

Kabupaten Mimika

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *