Tersangka Kasus Aborsi Meninggal, Kenapa?

0
(0)

Jakarta: Salah satu tersangka kasus klinik aborsi di Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, meninggal dunia pada Rabu (30/9/2020) hari ini.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus tersangka bernama Sarsanto WS alias SWS yang berprofesi sebagai dokter dalam klinik tersebut meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

“Yang bersangkutan meninggal pada pukul 09.00 WIB tadi di Rumah Sakit Polri Kramatjati,” ujar Yusri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/9/2020).

Akan tetapi, Yusri membantah pria berusia 84 tahun itu meninggal akibat terinfeksi virus Covid-19. Hal itu lantaran, SWS telah dilakukan tes Covid-19 yang hasilnya negatif.

“Tersangka meninggal akibat penyakit bawaan bukan karena Covid-19. Karena sudah dites, hasilnya negatif (Covid-19),” tuturnya.

Untuk diketahui, SWS adalah salah satu tersangka kasus klinik aborsi di Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat yang digerebek polisi pada 3 Agustus 2020, lalu.

Selain SWS, polisi juga menangkap 16 oranh lainnya yakni, TWP (59), EM (68), AK (27), SMK (32), W (44), J (52), M (42), S (57), WL (46), AR (44), MK (38), WS (49), CCS (22), HR (23) dan LH (46).

Para tersangka itu dikenakan Pasal 299 dan atau Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 dan atau Pasal 349 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A juncto Pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Terbukti Bersalah, Lucinta Luna Divonis Satu Tahun Enam Bulan Penjara

Thu Oct 1 , 2020
0 (0) Jakarta — Pengadilan Negeri Jakarta Barat, memvonis vonis satu tahun enam bulan penjara kepada terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba, Lucinta Luna, pada hari Rabu (30/9). Majelis hakim penjatuhkan pidana pada terdakwah satu tahun enam bulan dengan denda Rp 10 Juta. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu tahun enam bulan penjara […]