by

Terkait Plastik Mengandung BPA, BPOM Mengaku Baru Paham

HarianNasional.Com, Jakarta – Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) yang membahas masalah ketersediaan vaksin pada Senin (8/11).

Namun selain soal vaksin, ada pertanyaan soal plastik berbahan Policarbonat (PC) berpotensi mengandung Bisfenol A (BPA) yang dapat berkontribusi pada perkembangan sel kanker pada manusia.

Hal itu diucapkannya anggota komisi X dari PKB, Arzetti Bilbina yang juga mengaku kurang paham soal BPA. Arzetti menyelipkan pertanyaan BPA ini disela sesi dengar pendapat yang pembahasan tentang vaksin antara Komisi IX DPR dengan Kemenkes, Satgas Covid-19 dan BPOM.

Hal ini diJawab Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP mengaku baru paham dan belajar.

“Saya juga baru Paham dan belajar bahwa plastik berbahan Policarbonat (PC) berpotensi mengandung Bisfenol A (BPA)”,ucapnya.

Meskipun kemasan plastik berbahan polikarbonat sudah puluhan tahun digunakan secara aman dalam industri makanan minuman di Indonesia dan penggunaannya diatur dalam Peraturan BPOM no 20 tahun 2019.

Seperti diketahui, peraturan mengenai batas aman atau toleransi BPA dalam kemasan makanan ini sudah ada dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan yang ditandatangani Kepala BPOM Penny K. Lukito. Di sana diatur semua persyaratan migrasi zat kontak pangan yang diizinkan digunakan sebagai kemasan pangan, tidak hanya BPA saja, tapi juga zat kontak pangan lainnya.

Pendapat pakar plastik pun bahkan pakar kesehatan dan keamanan pangan, Kemenperin dan pengusaha akan potensi resiko dampak ekonomi dan sosial dari kebijakan pelabelan makanan minuman yang berpotensi terdapat migrasi BPA dari kemasan.

Dalam rapat Penny menyampaikan bahwa BPOM sangat concern berkaitan dengan BPA free ini.

“Kami sudah sampai pada kesimpulan bahwa nanti kami akan melakukan intervensi pada labelingnya. Jadi nanti ada upaya untuk pelabelan dari kemasan-kemasan tersebut, bisa jadi nanti ada label bebas BPA,” ujarnya.

Penny juga mengatakan pertama yang akan dilakukan BPOM nantinya adalah terkait pemahaman konsumen yang dikaitkan dengan sumber bahan bakunya, apakah jenis ini memang mengandung BPA atau tidak.

‘Karena saya juga baru paham, belajar bahwa plastik yang PC, yang policarbonat bahwa itulah yang ada potensi mengandung BPA,” ucapnya.(rd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *