Terkait Kasus Bansos Presiden,KPK Endus Kerugian Negara Rp 125 Miliar

Jakarta, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus dugaan kerugian keuangan negara hingga Rp 125 miliar dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) presiden era Covid-19. Pengadaan tersebut kini dalam penyidikan KPK.

“Kerugian sementara Rp 125 miliar,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, Rabu (26/6/2024).

Diterangkan Tessa, awal mula pengadaan tersebut diusut yakni menindaklanjuti laporan masyarakat ketika KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2020. Sebagai tindak lanjut, KPK menggelar penyelidikan.

KPK pun telah menetapkan tim penasihat PT Primalayan Teknologi Persada (PTP), Ivo Wongkaren sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ivo sebelumnya sudah diproses hukum dalam kasus penyaluran bansos.

Diberitakan, KPK tengah mengusut pengadaan bantuan sosial (bansos) presiden terkait Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

“Dalam rangka pengadaan bantuan sosial presiden terkait penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek pada Kemensos tahun 2020,” kata Tessa Mahardhika di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara program bansos untuk keluarga penerima manfaat (KPM) pada program keluarga harapan (PKH) 2020-2021 di Kemensos.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *