Terjerat Korupsi, KPK Ungkap Anak Usaha Telkom

Jakarta – PT Sigma Cipta Caraka yang masih berada di bawah Telkom di ungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Atas dua dugaan korupsi pada anak usaha Telkom Group yang tengah diusut.

“Kami belum menyampaikan ya kepada teman-teman. Terkait dengan proses penyidikan khusus untuk anak usaha Telkom yang lain (lebih dari 1),” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2024).

Namun, Ali belum menjelaskan satu perusahaan anak usaha Telkom Group yang dimaksud. Ali menegaskan, bahwa kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan.

“Untuk nanti dugaan korupsi lainnya. Termasuk kegiatan yang sedang kita kumpulkan belum bisa disampaikan,” katanya.

Ali menyebut, pihaknya sudah menggeledah sejumlah lokasi untuk mendalami dugaan korupsi di anak usaha Telkom Group selain PT Sigma Cipta Caraka. Namun, hasilnya belum bisa diumumkan ke publik untuk menjaga kerahasiaan proses penyidikannya.

“Jadi, sabar dulu ya, nanti setelah proses-proses selesai kami nanti akan update kembali selain yang kemarin kami umumkan. Jadi, ada dua nanti ya,” katanya.

KPK menyebut kasus kedua di anak usaha Telkom Group ini bukan kategori suap, maupun gratifikasi. Informasi lengkapnya segera dibeberkan jika penyidik merasa pencarian bahan dinyatakan cukup.

“Iya, pada poinnya adalah dugaan korupsi di sana. Kemudian diturunkan jadi dua dugaan kasus,” katanya.

Sebelumnya, KPK telah membuka penyidikan dugaan korupsi baru di anak usaha Telkom group. Dugaan korupsi itu terkait pengadaan barang dan jasa di PT SCC tahun 2017-2022.

“KPK telah menaikkan ke tahap penyidikan dugaan korupsi. Terkait pengadaan barang dan jasa di PT SCC (Telkom Group) tahun 2017 s/d 2022,” ucap Ali di gedung Merah Putih KPK, Kamis (1/2/2024).

Pengadaan kerjasama ini, kata Ali, diduga fiktif dengan modus adanya kerjasama penyediaan financing untuk project data center. Selain itu melibatkan pihak ketiga sebagai makelar.

“Dari perhitungan sementara Tim Auditor BPKP diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara. Jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah,” katanya.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *