by

Terdakwa Penyelundup Sabu Dituntut 20 Tahun Penjara

Cilegon : Dua Terdakwa kasus penyelundupan 13 kilogram, yang ditangkap oleh Tim gabungan dari Polres Cilegon dan Polres Serang Kota. Dituntut maksimal 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon.

Adapun kedua terdakwa yakni, Zainal Efendi Bin Masril (30) warga Tanah Datar, Sumatera Barat dan Ade Putra Bin Suhartil (34) warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

“Dalam sidang pembacaan tuntutan itu, JPU menuntut maksimal 20 tahun penjara dengan sejumlah hal yang memberatkan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Cilegon, Mayang Tari di kantornya, Kamis (29/7/2021).

Mayang Tari menjelaskan, alasan yang membuat dirinya harus menuntut kedua terdakwa dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara yakni. Karena kedua terdakwa telah terbukti bersalah dan dianggap telah berulang kali melakukan penyelundupan sabu dari pulau Sumatera ke pulau Jawa.

“Terdakwa ini selain sudah berulang kali dan juga sudah menikmati keuntungan, berikut barang yang ditemukan, mereka sudah menikmati hasilnya,” ujar Mayang.

Akibat perbuatannya, Mayang menyampaikan, terdakwa dikenakan Pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara, Kasi Pidum pada Kejari Cilegon, Ikbal Hadjarati mengapresiasi kinerja anggota Polres Cilegon dan Polres Serang Kota yang telah berhasil mengungkap kasus penyelundupan sabu seberat 13 kilogram tersebut.

“Kami yang pasti, mengapresiasi kepada anggota Polres Cilegon yang berhasil mengungkap kasus narkoba dengan jumlah yang cukup besar. Dengan barang bukti sebanyak 13 kilogram, yang diawali dengan adanya penemuan peti di salah satu rumah makan di Pulomerak Kota Cilegon,” ujar Ikbal kepada awak media.

Ikbal menuturkan, barang haram itu dikirim dan ditempatkan di salah satu rumah makan di Kecamatan Pulomerak, Cilegon. Dalam pengungkapan kasus tersebut menyeret 3 tersangka. Satu diantaranya dilakukan tindakan tegas.

“Polres Cilegon melakukan pengejaran di Pekanbaru. Didapati tersangka, dan faktanya terdapat 3 tersangka. Yang diamankan 2 orang, satu lagi yang merupakan aktor intelektual dilakukan dengan tindakan tegas,” terangnya.

Ia mengungkapkan, kedua terdakwa merupakan jaringan internasional. Dengan begitu, maka perlu dilakukan tuntutan hukum yang maksimal terhadap terdakwa.

“Jadi sudah memang hal yang patut dilakukan (Tuntutan), dan kami juga patut menduga bahwa ini adalah masuk jaringan sindikat narkotika internasional,” pungkasnya. (imr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *