Tarif Swab dan Rapid Tunggu Pemberitahuan Kemenkes

0
(0)

Palangka Raya: Menyusul beredarnya kabar biaya pemeriksaan gejala mirip Covid-19 mencapai Rp900 ribu, bahkan dapat melebihi angka itu, di sejumlah daerah, Rumah Sakit (RS) Doris Silvanus Palangka Raya untuk sementara waktu tidak menerima pelayanan rapid test dan swab bagi pasien umum.

Penyebabnya adalah, pihak rumah sakit masih mengalami penumpukan pasien khusus dalam perawatan suspect Corona yang mencapai 3.000 lebih dari kabupaten dan kota seluruh Kalimantan Tengah.

Selain itu, ditambah juga belum adanya surat keputusan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai biaya swab test resmi di |Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Silvanus Palangka Raya, drg. Yayuk Indarti Nihin kepada RRI.

Yayuk lanjut menjelaskan, pihaknya juga akan menerapkan harga yang sama, manakala surat dari Kemenkes sudah diterima.

“Terkait harga pemeriksaan melebihi HET, untuk di Kalteng sendiri belum ada yang kedapatan melakukan penyimpangan harga, karena saat ini fokus Doris Silvanus sedang menyembuhan pasien suspect Corona yang terus meningkat. Setiap harinya pemeriksaan swab bahkan dapat mencapai 300 sampel,” kata Yayuk kepada RRI, Senin (5/10/2020)

Yayuk menambahkan, ditetapkannya HET pemeriksaan swab sebenarnya sudah jauh turun dibanding sebelumnya mencapai Rp2 juta per pasien, hal ini dikarenakan pengadaan alat swab sudah banyak dan harganya relatif murah. Lagipula pemerintah juga masih memberikan subsidi bagi masyarakat yang terpapar gejala mirip Covid-19.

Pihaknya juga membantah anggapan masyarakat, bahwa rumah sakit banyak mengubah keterangan sakit pasien umum (biasa) menjadi pasien Covid-19. Semua pasien yang dirujuk ke RS Doris Silvanus dipastikan telah melewati pemeriksaan sesuai prosedur.

Sementara itu, menyikapi terus meningkatnya pasien Covid-19, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya Emy Abryani, mengatakan, akibat kurang disiplinnya warga mematuhi protokol kesehatan, jadi penyebab munculnya klaster baru, serta antrean pemeriksaan swab yang panjang, jadi penyumbang sebaran suspect Corona di Palangka Raya terus meningkat.

“Kami terus mengimbau warga, terutama yang memiliki gejala sakit kronis mirip dengan Corona, segera dilakukan pemeriksaan minimal isolasi mandiri di rumah, karena saat ini orang tanpa gejala dan terkena Covid itu sulit dibedakan,” pungkasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gabungan Federasi-Konfederasi Serikat Buruh Siap Mogok

Tue Oct 6 , 2020
0 (0) Jakarta: Puluhan gabungan federasi dan konfederasi serikat buruh siap berunjuk rasa serempak nasional, hari ini Selasa (6/10/2020) hingga (8/10/2020) nanti yang diberi nama mogok nasional. “Dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 12 tahun 2005 tentang […]