by

Tangsel Marak Aksi Premanisme dan Pungli

Tangerang: Tindak premanisme berupa pemalakan jatah bulanan atau pungli oleh oknum kepada pelaku usaha, di Jalan Raya Ceger, Kelurahan Juramangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten masih marak terjadi.

“Rutin, kita diminta setiap bulan. Jatah bulanan istilahnya,” ucap Marhumah, seorang Ibu pedagang kelontong di Jalan Raya Ceger, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan kepada RRI.co.id, Jumat (18/6/2021).

Menurut dia, setiap bulan, oknum pemalak uang bulanan ke warungnya itu, selalu datang bergerombol dan meminta uang bulanan yang besarannya bervariasi.

“Kalau mereka minta uang seringnya gerombolan, 5 sampai 7 orang. Saya kasihnya Rp 20 ribu setiap bulan, enggak pernah lebih,” kata dia.

Pedagang lainnya, Eman mengaku, pernah meluapkan emosinya ketika dipalak terus menerus oleh kawanan preman di Jalan tersebut. Lantaran oknum pemalak tersebut, merusak barang miliknya ketika dirinya tidak mau menuruti keinginan pria-pria preman itu.

“Saya pernah termos nasi dibanting sama mereka jadi rusak. Mulanya karena tidak saya kasih uang yang mereka minta. Saya tidak kasih mereka malah merusak,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, pernah beberapa bulan lapak usahanya tidak kembali didatangi preman. Tapi, kemudian pelaku lain datang dan kembali meminta jatah dari warung saya.

“Mereka balik lagi ke sini setelah tiga bulanan, sama minta uang lagi. Tapi orangnya berbeda dengan waktu saat saya lempar termos,” tukasnya.

Sampai saat ini, Eman menyatakan, terus memberikan jatah bulanan sebesar Rp10 ribu, yang mau tidak mau harus dia berikan agar usahanya tetap bisa berjalan.

“Ya mungkin semua pedagang disini pada dimintain duit. Mau engga mau, walau engga ikhlas kita kasih,” ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, Iptu Rony Setiawan mengaku, tengah melakukan penyelidikan atas adanya aksi premanisme serta pungli tersebut.

Menurutnya, sampai saat ini, tidak pernah ada warga melaporkan kejadian pemalakan tersebut.

“Anggota lagi lidik juga sama panitnya.

Enggak ada yang laporan. Makanya itu kebenarannya mau di cek,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *