by

Tahan Bahar Smith, ini Alasan Polisi

Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar) telah melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan dalam kasus dugaan menyebarkan berita bohong dengan sengaja oleh Bahar Smith (BS) dan TR.

Polisi juga telah mendapatkan dua alat bukti dalam menunjang penyelesaian perkara tersebut.

Penahanan dilakukan dengan dua alasan, yakni kedua tersangka diduga akan menghilangkan barang bukti, dan kedua perkara yang menimpa mereka memiliki sanksi pidana di atas lima tahun.

“Oleh sebab itu, terhadap BS dan TR penyidik melakukan penangkapan dan dilanjutkan penahanan. Berdasarkan alasan subjektif mengkhawatirkan BS dan TR mengulangi tindak pidana dan menghilangkan barang bukti. Alasan objektif, sangkaan di atas lima tahun pidana,” ucap Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Polisi Ahmad Ramadhan di Mabes Polri Jakarta Selatan, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (4/1/2022).

Bahar telah diperiksa berkaitan dengan laporan ujaran kebencian yang awalnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi bernomor B 6354/12/2021 SPKT PMJ 2021.

BACA JUGA: Dua Alat Bukti Siap Jebloskan Bahar Smith

Polda Jabar sebelumnya, juga telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan atas kasus ujaran kebencian yang dilakukan Bahar Smith.

Polisi menyebut kasus ini berkaitan dengan penyampaian Bahar dalam sebuah acara di Bandung.

Polda Jabar sudah melayangkan surat panggilan terhadap Bahar pekan lalu, dan surat tersebut sudah diterima.

Penyidik sudah memeriksa 50 saksi dan 6 barang bukti. Penyidik, akan terus mengembangkan kasus ini dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya yang diperlukan secara profesional dan dengan scientific crime investigation.

Untuk mempermudah mengindetifikasi para saksi, penyidik membagi dalam dua klaster tempat kejadian perkara (TKP), yaitu klaster Bandung sebagai TKP awal tempat Bahar bin Smith ceramah yang diduga berisi ujaran kebencian sebanyak 15 saksi dan klaster Garut menjadi 10 saksi.

Kemudian saksi pelapor yang diperiksa sebanyak empat orang dan saksi ahli sebanyak 21 orang.

Untuk barang bukti tambahan yang disita, yakni satu buah handphone pada klaster TKP Garut dan satu buah flashdisk pada klaster Bandung.

Adapun semua barang bukti digital atau digital evidence yang telah disita, telah dikirim ke Laboratorium Digital Forensik Bareskrim Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan.

Polisi menyangkakan Pasal 14 ayat 1 dan pasal 15 ayat 1 UU no 1 tahun 46 juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 45a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU ITE juncto Pasal 55 KUHP dalam perkara tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *