by

Taat Pajak, Pejabat Negara Harus Jadi Contoh

Jakarta: Sejumlah pejabat negara secara simbolis melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak orang pibadi tahun pajak 2021 ke Direktorat Jenderal Pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyampaian SPT tahunan ini dapat menjadi simbol dan contoh baik, dimana setiap lembaga negara dan para pejabatnya juga melaksanakan kewajiban menyerahkan SPT.

“Ini simbol luar biasa, untuk bisa melihat lembaga negara yang penting dan menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat Indonesia, para pejabatnya pun menyerahkan SPT tahunan,” kata Menkeu dalam aacara pelaporan SPT Tahunan oleh Pejabat Negara, Selasa (8/3/2022).

Ia pun menuturkan tanggal 31 Maret 2022 merupakan hari terakhir bagi wajib pajak orang pribadi untuk menyerahkan SPT tahunan tahun pajak 2021.

Dengan demikian, pengisian SPT diharapkan bisa dilakukan sedini mungkin agar sistem e-filing bisa lebih nyaman digunakan.

“Jadi tidak perlu menunggu hari terakhir, jam terakhir, sehingga tidak menimbulkan tekanan pada sistem untuk bisa menampung laporan SPT Tahunan,” ujarnya.

Dirinya pun berharap dengan contoh yang diberikan oleh para pejabat negara, seluruh jajaran kementerian/lembaga di bawahnya hingga masyarakat bisa mengisi SPT Tahunan pajak lebih awal, agar pihaknya bisa terus menjaga kepercayaan masyarakat.

“Mengelola ekonomi dan keuangan negara dalam situasi pandemi adalah peran yang luar biasa besar, sehingga harus dikelola secara hati-hati,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Menkeu juga sempat berkelakar kepada Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko yang paling kaya, menjadi contoh pejabat negara yang taat pajak.

“Pak Luhut sempat beberapa kali bilang, harga batubara naik. Penerimaan pasti juga naik. Pajaknya Pak Luhut pribadi juga meningkat di bracket 35. Makanya saya sampaikan beliau harus hadir hari ini. Tadinya agak berhalangan. Saya bilang kalau Menko yang paling tajir enggak datang, nanti simbolnya jadi kurang baik,” kata Menkeu sambil berkelakar.

Sementara itu Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan, sampai 7 Maret 2022, wajib pajak yang menyampaikan laporan SPT Tahunannya baru 4.6 juta wajib pajak. Terdiri dari 4.5 juta wajib pajak orang pribadi, dan 14.700 wajib pajak badan.

“Jumlah itu masih jauh dari harapan, yaitu sebanyak 15,2 juta pelaporan SPT Tahunan para wajib pajak di tahun 2022 ini,” imbuh Suryo.

Selain Menteri Keuangan Sri Mulyani, sejumlah pejabat negara yang hadir menyampaikan SPT Tahunan antara lain Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, hingga TNI.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.