by

SWI Tutup 116 Pinjol Ilegal

Jakarta : Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali menutup 116 entitas pinjol ilegal yang ditemukan dalam patroli siber. Pinjol itu beroperasi di internet dan aplikasi di jaringan telepon seluler.

“Kami terus melakukan siber patrol dan menutup aplikasi dan website pinjol ilegal yang masih beroperasi, agar masyarakat tidak menjadi korban,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, Rabu (3/11/2021).

Menurut Tongam, SWI selain menutup operasional pinjol ilegal melalui Kemenkominfo, juga telah menyampaikan daftar pinjol ilegal tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

SWI juga mendukung tindakan tegas Kepolisian RI yang telah menangkap sejumlah pelaku pinjol ilegal di berbagai daerah karena tanpa penangkapan pelakunya, operasional pinjol ilegal masih akan muncul dengan mengubah nama atau membuat aplikasi baru.

“Tindakan tegas terhadap pelaku tindak pidana pinjol ilegal ini harus terus dilakukan untuk melindungi masyarakat,” kata Tongam.

Ia menegaskan, Satgas Waspada Investasi akan terus berupaya memberantas pinjol ilegal dengan cara mengumumkan entitas injol ilegal kepada masyarakat, mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Sedangkan untuk memutus akses keuangan dari pinjol ilegal, Tongam menyampaikan imbauan kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan pinjol ilegal.

SWI, juga meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi pinjol ilegal.Menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Selain itu, peran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) ditingkatkan untuk pemberantasan pinjol ilegal. Di sisi lain, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus dilakukan, agar menggunakan Fintech Peer-To-Peer Lending yang terdaftar dan berizin OJK.

Sejak tahun 2018 s.d. Oktober 2021 ini SWI sudah menutup sebanyak 3.631 pinjol ilegal.

Tujuh Kegiatan Usaha Tanpa Izin

Selain kegiatan pinjol ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan tujuh kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang, serta melakukan duplikasi atau mengatasnamakan entitas yang berizin sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati terhadap penawaran investasi melalui media Telegram, karena ditemukan merupakan penawaran investasi yang ilegal.

Tujuh entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang, yaitu: 6 Kegiatan Forex, Aset Crypto dan Robot Trading tanpa izin; 1 Kegiatan Pengelolaan Investasi tanpa izin; serta satu entitas yang dilakukan normalisasi yaitu Luminesia.com karena telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan kegiatan investasi ilegal.

“Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal antara lainmemastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan, memastikan pihak yang menawarkan produk investasi memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar, serta memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Tongam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *