Stiker Halte Transjakarta, PKS dan PDIP Curigai Tindak-Tanduk Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

Jakarta – PKS dan PDIP kompak mencurigai tindak-tanduk politis dari Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

Pemprov DKI memasang stiker imbauan Pemilu damai dengan gambar wajah Heru di Halte Transjakarta.

Dua partai itu melihat ada motif terkait Pilkada DKI 2024.

Masyarakat pun tidak menyukai stiker bergambar penjabat yang dipilih Presiden Jokowi untuk menggantikan Anies Baswedan itu.

Sementara, pemprov DKI pasang badan. Mereka tidak melihat adanya kesalahan dari stiker imbauan pesta demokrasi.

Viral
Keluhan masyarakat akan adanya stiker wajah Heru Budi ini viral saat disampaikan Ade Putra di akun media sosial twitter atau X miliknya (@_adel_saputra24).

Dalam cuitannya itu, ia mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan stiker bergambar wajah Heru Budi di halte Transjakarta.
Dalam stiker itu bertuliskan “Pilihan Cerdas, Pemilu Aman, Indonesia Kuat”.

Yang dipersoalkan para netizen adalah turut terpampangnya wajah Heru Budi yang cukup besar dalam stiker tersebut.

Hal ini pun dikeluhkannya yang menyebut kehadiran stiker tersebut mengurangi sisi estetis.

“Tolong lah min, ini halte @PT_Transjakarta jadi jelek banget ada foto pj heru, jawab ya min jgn bilang lagi tidur @TfJakarta,” tulisnya dalam unggahan tersebut dikutip TribunJakarta.com, Rabu (10/1/2024).

PKS dan PDIP Curiga
Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) buka suara terkait stieker Heru Budi.

MTZ mennyebut stiker tersebut bagian dari kampanye terselubung jelang Pilkada DKI 2024.

Terlebih, Heru Budi juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat cagub.

“Pak Heru itu kan salah satu kandidat untuk menjadi Gubernur Jakarta yang pemilihannya tahun ini. Beberapa pihak menjagokannya sebagai Cagub DKI Jakarta,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/1/2024).

“Jadi selayaknya tidak perlu lah ikut-ikutan kampanye, karena memang belum masanya kampanye Pilkada,” sambungnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI ini menilai, Heru Budi seolah tak mau kalah dari para caleg dan capres peserta Pemilu 2024.

Sehingga wajahnya dipampang di stiker ajakan pemilu damai yang dibuat Pemprov DKI Jakarta.

“Sudah saingan dengan gambar capres dan gambar caleg. Padahal kan dia (Heru Budi) bukan capres dan caleg,” ujarnya.

Bila Pemprov DKI benar-benar ingin mengajak masyarakat menyukseskan pemilu damai, menurutnya tak perlu ada wajah Heru Budi.

Apalagi, stiker tersebut dipasang di tempat-tempat umum, seperti di halte Transjakarta.

“Kalau pemilu damai pakai saja lambang Kota Jakarta atau pakai gambar Monas. Kalau wajah pejabat, kemudian dia turut menjadi bakal calon gubernur ya itu enggak bagus,” tuturnya.

Ia pun menilai Heru Budi memanfaatkan celah aturan dimana sebelumnya Pemprov DKI menegaskan tak boleh ada alat peraga kampanye (APK) yang dipasang di fasilitas-fasilitas umum.

“Kemarin ada aturan di lingkungan Transjakarta tidak boleh ada foto atau atribut APK caleg maupun capres, tapi tidak ada memang aturan untuk pejabat. Cuma kemudian ini masalah etika saja,” kata MTZ.

Oleh karena itu, MTZ menuding Heru Budi melakukan kampanye terselubung jelang Pilkada DKI pada November 2024 mendatang.

“Kalau fotonya dipasang di kantor kelurahan, kantor dinas yang memang harus memasang foto gubernur ya silakan. Tapi kalau di halte maupun jalan sambil tersenyum itu sama saja dengan kampanye saya kira ya,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, mempertanyakan urgensi stiker wajah Heru Budi di Halte Transjakarta.

“Saya tidak tahu apa motivasi atau dasar Pj Gubernur. Ajakannya baik, normatif. Tapi apakah ada aturan yang dilanggar atau tidak masih harus didalami,” kata Gilbert saat dihubungi, Jumat (12/1/2024).

Menurut Gilbert, stiker berwajah Heru Budi itu bisa menimbulkan bias di publik sekarang ini.

Terlebih, ada isu berhembus bahwa Heru Budi akan dimajukan oleh salah satu parpol untuk Pilkada DKI Jakarta yang digelar November 2024.

“Tentu segalanya jadi tidak tepat saat sekarang.”

“Penggiringan opini menjadi muncul karena Pj Gubernur menurut salah satu parpol mau diajukan sebagai calon di DKI,” kata Gilbert.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Joko Agus Setyono membantah pemasangan stiker imbauan pemilu damai bergambar wajah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono sebagai bentuk kampanye terselubung jelang Pilkada DKI.

Meski bergambar wajah Heru, Joko menyebut, tidak ada imbauan yang mengarah pada Pilkada DKI dalam stiker yang marak dipasang di halte-halte Transjakarta tersebut.

“Oh enggak (mengarah ke kampanye). Coba baca, isinya bukan pada pemilu kan? Kami mengimbau supaya menyambut pemilu dengan senyum,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/1/2024).

Ia menegaskan, stiker tersebut dipasang sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menyukseskan pemilu.

Oleh karena itu, Pemprov DKI ingin mengajak masyarakat turut terlibat mewujudkan pesta demokrasi yang damai, aman, dan lancar.

“Enggak ada urusan dengan Pilkada, kami hanya mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti pemilu dengan gembira,” ujarnya.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *