Soal Dukhan, MUI Sebut Kiamat Hanya Allah yang Tahu

0
(0)

Jakarta—Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mengatakan fenomena dukhan (bahasa Arab: kabut/asap tebal) sebagai petanda hari akhir yang disebut-sebut pada 15 Ramadhan Hijriah, Jumat (8/5), sejatinya tidak dapat dibenarkan karena waktu pasti kiamat hanya Allah SWT yang tahu.

“Menurut saya, yang tahu kapan kiamat itu akan tiba hanya Tuhan saja yang tahu. Nabi Muhammad SAW pun yang dicintai dan disayangi oleh Allah SWT tidak dikasih tahu oleh-Nya,” kata Buya Anwar, Rabu (6/5).

Secara substansial, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengajak umat Islam dan masyarakat untuk selalu mempersiapkan diri dengan amalan baik. Sehingga kapanpun kiamat itu terjadi akan siap karena tidak ada petunjuk tanggal pasti hari akhir.

Umat Islam, kata dia, selalu mengimani jika kiamat memiliki dua jenis yaitu kiamat kecil dan kiamat besar. Kiamat besar adalah hari akhir sesungguhnya, sementara kiamat kecil itu sebagaimana kematian dari masing-masing individu manusia.

“Oleh karena itu, yang penting bagi kita lakukan adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat kecil yaitu kematian dari diri kita masing-masing,” katanya.

Maka dari itu, Anwar mengajak umat dan masyarakat untuk tidak panik dengan viralnya soal dukhan serta terus fokus dengan perbaikan diri dan melakukan segala urusan secara seimbang.

“Kiamat itu urusan Allah dan bukan urusan kita. Jadi mari kita urusi apa yang menjadi tugas kita dan jangan kita urusi apa yang menjadi urusan Allah,” katanya.

Adapun kabar mengenai dukhan sebagai salah satu tanda akan datangnya hari akhir, yang belakangan viral di media sosial. Sejumlah ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang dukhan.

Pertama, sebagian menyebut itu sebagai salah satu tanda hari kiamat yang belum terjadi.

Kedua, dukhan adalah khayalan yang menimpa kaum Quraisy ketika mereka mengalami kelaparan ekstrem atas doa Nabi SAW.

Ketiga, dukhan adalah debu yang mengepul di hari kemenangan kaum Muslimin atas kota Mekkah sehingga materi kecil itu menutupi langit.

Sementara itu, ada anggapan umum terdapatnya hadis Nabi SAW bahwa dukhan merupakan kabut asap yang gelap, tebal, tidak ada oksigen dan panas sehingga memicu bumi gelap gulita yang erat kaitan dengan tanda datangnya hari kiamat.

Sejumlah ulama berpendapat hadis tersebut tidak memiliki riwayat perawi yang baik dan secara substansi tidak tepat sehingga kebenarannya disangsikan.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga menyebut asteorid yang akan melintasi bumi pada Jumat (8/) berkategori aman dan tidak membahayakan bumi. Dengan begitu, hal itu tidak dapat dikaitkan dengan kebenaran informasi dukhan terjadi pada 15 Ramadhan 1441 Hijriah. (SD/ ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Hingga Dini Hari Polda Metro Gelar Razia Pemudik

Thu May 7 , 2020
0 (0) Jakarta – Polda Metro Jaya mulai siang hingga Kamis dini hari memeriksa sejumlah kedaraan truk, bus dan mobil pribadi dari Jakarta yang dicurigai berpenumpang akan mudik. Twitter Pusat Manajemen Lalu Lintas (TMC) Polda Metro Jaya sepanjang Rabu malam secara berkala memberikan informasi lokasi pos pengamanan Operasi Ketupat COVID-19 […]