Soal Covid-kan Pasien, PERSI Bantah Tudingan Moeldoko

0
(0)

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, selama ini ada isu yang berkembang bahwa rumah sakit rujukan ‘meng-Covid-kan’ semua pasien yang meninggal dunia untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah.

Terkait hal itu, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro Adi Purjanto menegaskan, pihaknya selalu patuh pada pedoman pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

“Dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19, RS memegang teguh dan melaksanakan pelayanan kesehatan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan pemda, dalam hal ini Kementerian Kesehatan,” kata Kuntjoro, Selasa (6/10/2020).

Diketahui, Kuntjoro mengklaim, pihaknya telah mengikuti memberikan pelayanan kesehatan sesuai manajemen klinis dan tata laksana jenazah dengan berpedoman pada Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Pedoman tersebut mengatur status pasien Covid-19 yaitu suspek, probabel, konfirmasi dan kontak erat. Aturan tersebut juga menjelaskan kriteria pasien berdasarkan gejala klinis dan hasil laboratorium.

Kepmenkes itu juga mengatur tata laksana pasien Covid-19 yang meninggal dunia, juga terdapat rincian syarat yang dibutuhkan sehingga pemulasaran jenazah diberlakukan dengan tatalaksana Covid-19.

Sementara untuk pengajuan klaim pembayaran atas pelayanan pasien Covid-19, RS selalu mematuhi petunjuk teknis (juknis) yang diatur dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/446/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Pelayanan Covid-19.

“Pengajuan klaim pembayaran pasien Covid-19 harus dilakukan berdasarkan assesmen klinis, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Rumah sakit yang memberikan pelayanan tidak sesuai tata kelola pelayanan tidak akan diberikan klaim penggantian biaya pasien Covid-19,” jelasnya.

“Dalam pedoman tersebut juga dijelaskan klaim pengajuan biaya oleh RS ditembuskan pada Kemenkes, Dinkes setempat, serta diverifikasi oleh BPJS Kesehatan. Jika terjadi ketidaksesuaian (dispute), maka dilakukan penyelesaian oleh Tim yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan,” tambahnya.

Lebih jauh, Kuntjoro menilai, munculnya tudingan bahwa pihaknya sengaja ‘meng-Covid-kan’ pasien justru merugikan pelayanan rumah sakit dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kepada pasien dan masyarakat umum,” pungkasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Syuting ‘Makmum 2’ Mulai Berlanjut

Tue Oct 6 , 2020
0 (0) Jakarta: Syuting film Makmum 2 mulai berlanjut kembali sejak awal Oktober 2020. Titi Kamal kembali terlibat dalam sekuel film Makmum 2 dan beradu akting dengan pemain baru, yaitu Marcella Zalianty dan Samuel Rizal. “Marcella dan Samuel akan memperkuat posisi Titi sebagai pemain utama. Esensi ceritanya tetap tentang khusyuk […]