Sindikat Perdagangan Bayi, Polresta Malang Kota Ungkap Pelakunya

Malang – Polisi meringkus tiga pelaku masing-masing berinisial ES (19), MF (19), dan AL (21). tim Satuan Reskrim Polresta Malang Kota berhasil membongkar sindikat perdagangan bayi melalui platfom media sosial Facebook dan WhatsApp.

Tersangka ES dan MF merupakan orang tua bayi sedangkan AL bertindak sebagai perantara. “Mereka diamankan berkat informasi dari masyarakat,” kata Plt Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, Jumat (15/9/2023).

Menurut Danang, tindak pidana ini berawal dari informasi masyarakat tentang praktik jual beli bayi melalui media sosial. Yaitu dari grup Facebook bernama ‘ADOPSI BAYI BARU LAHIR’ dan grup WhatsApp ‘Grup Adopter dan Bumil Amanah’.

Melalui platform-platform tersebut, para pelaku menawarkan bayi untuk diadopsi dengan tarif Rp8 juta hingga Rp18 juta. Perdagangan bayi ini terungkap ketika pelapor bertemu salah satu tersangka di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, 5 September 2023.

“Setelah itu, perantara akan mengambil bayi dari orang tuanya sembari dan memberikan uang kepada mereka,” kata Danang. Menurut dia, bayi tersebut berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari para tersangka. Di antaranya berupa pakaian bayi, buku kesehatan ibu dan anak, telepon seluler, dan uang tunai Rp6,5 juta.

Sedangkan sang bayi berada di rumah sakit untuk perawatan dengan pendampingan dari Dinas Sosial. Danang mengatakan selanjutnya polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Malang dan Jaksa Penuntut Umum.

“Kami mengimbau agar lebih mewaspadai praktik-praktik adopsi ilegal dan selalu memastikan legalitas prosesnya melalui Dinsos,” ujarnya. Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman hukuman yang dihadapi adalah penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *