Tuesday, April 20

Setelah Kenal Pria di Facebook, Maisaroh Hilang

Surabaya: Siti Maisaroh (19), anak dari Sumrati, perempuan paruh baya penjual rujak cingur di Sidotopo, Surabaya, sudah pergi entah ke mana selama satu setengah tahun belakangan ini.

Dugaan Nur Hadi (30), kakak Maisaroh, kepergian adiknya dari rumah hingga bertahun-tahun ini berawal dari handpone yang ia belikan.

“Dari sejak kecil Maisaroh ini tidak pernah main handphone. Jadi saya belikan handphone. Setelah punya handphone ini dia sering telepon-teleponan. Punya kenalan teman perempuan dan laki-laki dari Facebook. Mungkin kecantol sama laki-laki, kenal di Facebook itu. Dia sudah kayak kena hipnotis, sudah kayak orang gila, gak nurut sama orang tua,” ungkap Nur Hadi di Surabaya, Kamis (29/10/2020).

Menurut Nur Hadi, awalnya adiknya itu merupakan gadis lugu dan penurut.

Sehari-hari Maisaroh membantu sang ibu berjualan rujak cingur.

Sifat yang penurut diakuinya berubah sejak punya handphone, bahkan diberitahu sudah tidak pernah menurut.

Nur Hadi mengisahkan keluguan adiknya yang tidak tahu jalan.

Ia juga mengaku Maisaroh juga tidak pernah kemana-mana.

Jangankan tempat jauh seperti Jakarta atau Yogjakarta, ke tempat yang dekat seperti halnya ke Makam Sunan Ampel atau ke Taman Hiburan Rakyat (THR) adiknya juga tidak tahu.

Diakuinya, semenjak memegang handpone dan mengenal media sosial, adiknya yang dulu pendiam, berubah seketika.

Perkataan orang tua sering tak dihiraukan bahkan sesekali melawan.

“Jangankan mau keluar kota ke Sidoarjo, Bandung atau Jakarta, ke Makam Sunan Ampel yang dekat dari sini saja Maisaroh tidak tahu apalagi ke Sidoarjo, ya pasti nyasar, pasti hilang dia. Ya saya menduga ini dia kenalan sama cowok lewat Facebook,” kata Nur Hadi.

Kata Sumrati Tentang Maisaroh

Sementara itu, sang ibu, Sumrati menambahkan, bahwa dirinya sempat menegur Maisaroh untuk tidak sering-sering main handphone.

Sumrati menyuruh anak gadisnya untuk selalu rajin belajar mengaji dan meminta melanjutkan sekolah.

“Saya pernah bilang ke Maisaroh, ayo sekolah lagi, kalau terus begini nanti mau jadi apa, tapi Maisaroh tidak mau dan tetap memilih untuk membantu saya jualan rujak cingur,” ucap Sumrati.

“Saya juga bilang ke Maisaroh, apakah kamu sudah punya pacar, jangan sampai pacaran sama laki-laki suami orang. Maisaroh malah mengatakan, ‘ada-ada saja emak ini, gitu jawab Maisaroh’,” kenang Sumrati.

Keluarga Sumrati, warga Sidotopo Jaya, Surabaya, masih berharap putrinya, Siti Maisaroh (19) segera pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *