Friday, May 7

Sepakat dengan Jokowi, DKI: PPKM Belum Memuaskan

Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dinilai kurang efektif seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta, turut menilai hasil PPKM belum memuaskan.

“Sebagaimana disampaikan Pak Jokowi dalam PPKM memang hasilnya belum memuaskan. Untuk itu, kami Pemprov DKI Jakarta juga terus berupaya melakukan pencegahan dan penanganan dengan berbagai upaya di samping kami terus lakukan peningkatan fasilitas kesehatan di antaranya RS, tempat tidur, ruang isolasi, ruang ICU juga pemakaman kami tingkatkan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dilansir Detik.com, Selasa (2/2/2021).

Riza menyebut, salah satu faktor meningkatnya kasus Covid-19 adalah, efek libur panjang akhir tahun lalu. Selain itu, kegiatan test Covid-19 di Jakarta juga tinggi.

“Evaluasinya memang belum membuahkan hasil yang baik ya seperti harapan kita bersama memang disebabkan akibat libur panjang akhir tahun. Kemudian masyarakat kita yang mungkin sudah cukup jenuh,” sambungnya.

“Tapi juga angka penyebaran ini juga tinggi disebabkan oleh tingginya testing yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta itu sudah 111 ribu dalam sepekan artinya 11 kali lebih tinggi dari yang diminta oleh WHO,” lanjutnya.

Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta (Doc KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Meski demikian, Riza mengatakan tingkat kesembuhan Covid-19 di Jakarta mengalami peningkatan. Selain itu, angka kematian akibat Covid-19 jugu menurun hingga 1.6%.

“Angka kesembuhan terus meningkat sampai 89.3% dan angka kematian turun sudah di 1.6%. Mudah-mudahan kita bisa segera mengurangi memutus mata rantai penyebaran,” katanya..

Meski dianggap tidak efektif, hingga kini PPKM jilid 2 di Jakarta masih berlangsung. Untuk itu, Riza menyebut pihaknya ajan terus meningkatkan ketersedian fasilitas kesehatan hingga pemakanan khusus Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali untuk menekan penyebaran Covid-19 tidak efektif.

Jokowi menegaskan, penilaian itu disampaikan apa adanya.

“Saya ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan PPKM, tanggal 11-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif,” kata Jokowi dalam video rapat terbatas yang diunggah akun Sekretariat Presiden di Youtube, Minggu (31/1/2021).

Jokowi menyebut, ketidakefektifan PPKM terlihat dari mobilitas masyarakat yang masih tinggi, sehingga di beberapa provinsi kasus positif Covid-19 tetap naik.

Jokowi mengatakan, esensi dari PPKM saat ini ialah mengurangi atau bahkan mencegah mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19. Namun, dalam implementasinya, kebijakan tersebut tidak tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *