by

Senayan Tekankan Pelayanan Sempurna JIka PNS Di Ganti Robot

Jakarta: Wacana pemerintah yang ingin menggantikan beberapa pekerjaan Pegawai Negeri (PNS) dengan teknologi robot (Artificial Intelligence /AI) harus berdampak pada kesempurnaan pelayanan publik.

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menyambut baik wacana tersebut. Namun diingatkannya, teknologi robot tidak boleh menyusahkan masyarakat.

“Pelayanan harus lebih sempurna, bukan malah sebaliknya memperlambat dan menyusahkan masyarakat. Jika tidak, apa gunanya ganti PNS dengan teknologi AI,” tekan Guspardi, Jumat (3/12/2021).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, di tengah kemajuan teknologi, penerapan robot untuk menggantikan beberapa tugas PNS secara bertahap merupakan sebuah keniscayaan.

Hal itu sebagaimana dilakukan oleh beberapa negara. Di mana mereka telah menerapkan teknologi robot dalam pelayanan publiknya, sehingga membuat birokrasi lebih sederhana dan lebih cepat saat merespon kebutuhan masyarakat.

“Pergantian sebagian tugas PNS kepada robot artificial intelligent bukan berarti PNS akan dihilangkan. Namun merupakan kolaborasi sumber daya manusia dengan teknologi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan publik kepada masyarakat,” tambahnya.

Namun, kata dia, penerapan konsep teknologi robot ini tentu butuh perencanaan yang matang dan komprehensif. Waktu yang dibutuhkan untuk itu pun diakuinya tidak singkat.

Selain itu, pemerintah bersama DPR juga perlu melakukan revisi terhadap Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pemerintah dan DPR harus melakukan pembinaan untuk mendorong PNS lebih berinovasi memunculkan kinerja bagus, sehingga dilakukan perubahan dengan revisi UU tentang ASN,” pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah menjelaskan, wacana mengganti beberapa pekerjaan ASN dengan teknologi robot sesungguhnya untuk memicu seluruh ASN meningkatkan kapabilitas mereka agar menjadi lebih mumpuni. Jika tidak, bukan tidak mungkin pekerjaan mereka akan digantikan dengan teknologi robot.

“PNS yang berkualitas tidak akan tergantikan oleh robot ataupun mesin. Tetapi kalau PNS yang tidak berkualitas, maka pasti tergantikan,” kata Zudan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *