by

Selesaikan Masalah Proteksi, Harapan Pada Forum G20

Jakarta: Direktur CELIOS, Bhima Yudistira mengatakan pertemuan Forum G20 diharapkan dapat menyelesaikan masalah proteksi antarnegara yang merugikan perdagangan internasional.

“Adanya forum G20 ini diharapkan berbagai negara baik di anggota G20 maupun negara sebagai pemerhati bisa melihat proteksi ini akan merugikan. Merugikan seluruh ekonomi dunia terutama negara-negara golongan menengah ke bawah. Karena negara berpendapatan menengah ke bawah yang sangat sensitif terhadap gejolak harga pangan di level internasional,” kata Bhima, Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (27/6/2022).

Menurutnya, hal itu perlu dipahami negara-negara anggota G20 sehingga tercipta sense of crisis bersama.

“Jadi harus ada sense of crisis bersama. Enggak boleh karena ada egoisme setiap negara atau nasionalisme sempit dalam arti kemudian merugikan negara lainnya,” ucap Bhima menegaskan.

Selain proteksi dagang, menurut Bhima, yang perlu mendapat perhatian Forum G20 masalah rantai pasok pangan dunia yang harus diamankan. Setiap negara bisa mengurangi ketergantungan pangan terhadap impor dalam jangka panjang. Caranya dengan meningkatkan produktivitas lahan, alih teknologi, sumber daya manusianya termasuk regenerasi petani.

Bhima juga menyoroti kurang lebih 30 negara yang melakukan pembatasan ekspor dengan berbagai alasan, salah satunya pemenuhan di dalam negeri.

“Arahnya sekarang ada proteksionisme dagang. Ini tentu kalau semua negara melakukan pembatasan ekspor, sementara ketergantungan terhadap beberapa produk memang harus diimpor seperti gandum. Itu akibatnya sangat terasa bagi konsumen di dalam negeri,” kata Bhima.

Selain pertemuan antar kepala negara ataupun antar menteri, ia menyarankan dalam Forum G20 perlunya melibatkan pelaku usaha. Pelaku usaha harus dilibatkan dalam perjanjian G20. Sehingga bisa memastikan satu tahun ke depan, komoditas seperti gandum, pasokan tidak ada guncangan ke Indonesia.

Pernyataan Bhima ini merespon Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menegaskan isu ketahanan pangan sangat penting dalam Forum G20.

“Kita harus betul-betul berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri. Jadi kuncinya hanya tiga hal, yakni mengamankan supply side, diversifikasi pangan, dan efisiensi,” kata Airlangga pada acara Kick Off Events yang mengusung sub tema “Pangan Nusantara” di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/06).