Selamatkan Organisasi, Deklarator MPA : DPP ASITA 71 Siap Melaksanakan MUNASLUB

5
(107)

Kesiapan DPP ASITA 71 Melaksanakan MUNASLUB

HarianNasional.Com, Jakarta – Konflik yang terjadi di internal pengurus Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Hingga kini semakin memanas.

Terbentuknya Majelis Penyelamat Asita (MPA) yang sebelumnya telah di deklarasikan menjadi sebuah gerakan moral atas kebuntuan komunikasi sehingga perlunya untuk menyelamatkan Organisasi , Hal ini di sampai Ophan Lamara salah satu deklarator MPA di Jakarta ,(24/10/2020).

“Kami dari Dewan Pimpinan Pusat ASITA 1971 yang dibentuk oleh Majelis Penyelamat ASITA dengan dasar kondisi darurat dengan ini menyampaikan akan diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) ASITA 1971 tanggal 26 Oktober 2020”,jelasnya.

Bahkan Ia menghimbau kepada Anggota ASITA untuk ikut ambil bagian dalam sejarah ASITA baik secara online maupun tatap muka pada MUNASLUB ASITA yang tinggal 2 hari lagi.

“Kepada Para Anggota, Mari Kita mengembalikan ASITA pada posisinya yang ideal dan itu perlu langkah kongkrit untuk menyelamatkan Organisasi dengan melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa”,kata Ophan.

Dan menurut nya hingga Hari ini telah yang telah mendaftar lebih kurang Ratusan anggota yang tersebar di 20 Provinsi.

“Hingga kini yang telah mendaftar lebih kurang 300 anggota di tambah dengan hadir secara langsung bisa sampai 400 anggota”,ungkapnya.

Di akhir penjelasan, Ophan menyanpaikan bahwa ASITA didirikan pada tanggal 07 Januari 1971 dan dibuatkan Akta Pendirian No. 170 Tanggal 15 Maret 1975 di hadapan Notaris Raden Soeratman dan selanjutnya telah didaftarkan dan diregister di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 11 Februari 1982 sehingga nama kita adalah ASITA yang sebenarnya.

“Ini sangat berbeda dengan sebelumnya yang berumur 4 tahun mengatasnamakan ASITA berdasarkan Akta Pendirian baru berdiri No. 30 Tahun 2016 dan persoalan ini telah memasuki ranah hukum melalui Gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan”,tuturnya.

Bahkan Ia juga menyampaikan Masalah hukum biarlah melalui jalurnya sendiri dan Organisasi melalui jalur organisasi yakni MUNASLUB upaya melakukan perubahan-perubahan strategis untuk terciptanya kemajuan bagi anggota ASITA.(RK)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 107

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

NU Organisasi Besar, Sebaiknya Memaafkan Gus Nur

Sat Oct 24 , 2020
5 (107) Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief berharap, Nahdlatul Ulama (NU) dapat memaafkan Suri Nur Rahardja alias Gus Nur. “NU itu organisasi besar. Mudah-mudahan masih memberi ruang maaf pada Gus Nur. Saya percaya akan dimaafkan. Dengan memaafkan berarti NU akan dicatat sejarah mampu keluar dari pertarungan tidak […]