by

Selama Nataru,49 Ribu Orang Tinggalkan Indonesia

Jakarta: Jumlah penumpang naik pesawat ke luar negeri dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) selama Natal dan tahun baru mencapai 49 ribu orang. Jumlah itu hampir sama dengan total penumpang perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia melalui bandara di Cengkareng.

“Disampaikan untuk Soekarno Hatta, dari total 2,3 juta penumpang (selama Natal dan tahun baru), pergerakan internasional 97.104. Arrival (penumpang datang) 48.962 dan departure (penumpang berangkat) 49 ribu. Ada keseimbangan departure dan arrival,” ujar Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam laporan posko Natal dan tahun baru secara daring, Selasa (04/01/2022).

Jumlah penumpang ke luar negeri dan masuk ke Tanah Air tersebut terangkum selama rentang periode 17 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022. Awaluddin tidak menjelaskan destinasi tujuan penumpang ke luar negeri maupun originasi atau negara asal penumpang yang masuk ke Indonesia.

Ia hanya menyebut trafik pesawat internasional selama libur akhir tahun mencapai 1.484 pergerakan. Awaluddin menerangkan, perseroan telah menggelar posko Natal dan tahun baru untuk mengawasi arus lalu-lintas penumpang di bandara. Salah satunya guna mencegah penyebaran Covid-19.

Di 20 bandara yang dikelola Angkasa Pura II, Awaluddin menyatakan, jumlah personel yang diterjunkan oleh TNI, Polri, petugas karantina, sampai petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mencapai 5.000 orang. Dari angka tersebut, 1.500 di antaranya ditempatkan di Bandara Soekarno-Hatta.

Sedangkan Angkasa Pura II secara terpisah menyiapkan 3.500 personel. Awaluddin menjelaskan, selain penumpang rute internasional, terjadi peningkatan pergerakan penumpang domestik. Jumlah penumpang secara keseluruhan naik 15 persen ketimbang periode yang sama Natal dan tahun baru lalu ditopang oleh pergerakan domestik.

“Jumlah penumpang Natal dan tahun baru tahun lalu 2.280.000 orang, sedangkan tahun ini 2.340.000 orang. Puncak pergerakan terjadi untuk H-6 (tahun baru) dan H-2 arus balik menjelang 4 Januari,” tutur Awaluddin.

Meski begitu, naiknya jumlah penumpang tidak disertai dengan peningkatan pergerakan pesawat. Jumlah pergerakan pesawat di 20 bandara Angkasa Pura II malah menurun 13 persen ketimbang tahun lalu, yakni dari 25.240 pesawat menjadi 21.853.

“Ini karena berkurangnya jumlah pesawat yang beroperasi dan penggantian jenis pesawat yang lebih banyak mengoptimalkan wide body pada 2021-2022. Hal-hal lain yang mempengaruhi adalah ditiadakannya extraflight,” tutur Awaluddin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *